Monday, April 25, 2016

Bisnis Pembibitan Mangga Sistem Okulasi

A. Prospek Bisnis Pembibitan Mangga

bisnis pembibitan mangga sistem okulasi
Bisnis Pembibitan Mangga Sistem Okulasi. Siapa pun pasti mengenal mangga. Buah yang memiliki rasa asam dan manis dengan tekstur serat yang bernutrisi tinggi ini sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Selain rasa dan teksturnya, mangga juga memiliki aroma khas yang banyak disukai. Tingginya permintaan masyarakat terhadap buah ini tentu membuka peluang tersendiri, tidak terkecuali usaha pembibitan mangga. Selain untuk memenuhi kebutuhan perkebunan, bibit mangga juga banyak digunakan untuk pembuatan tabulampot mangga yang banyak diburu hobiis dan kolektor.
Di Indonesia, bibit mangga termasuk jenis bibit yang paling diburu selain bibit durian, jeruk, rambutan, jambu air, dan sirsak. Umumnya, bibit mangga yang paling diminati di antaranya mangga arumanis, manalagi, gedong gincu, dan indramayu. Selain jenis lokal tersebut, saat ini produksi bibit mangga introduksi juga mulai berkembang. Sebut saja mangga okyong, chok’anan, irwin, mahachanok, dan haden.

B. Persiapan Lokasi dan Perlengkapan Pembibitan Mangga

  1. Pilih lokasi pembibitan yang sesuai dengan syarat tumbuh mangga. Mangga akan tumbuh optimum pada ketinggian tempat 0—500 m dpl, suhu 24—30° C, curah hujan 750—2.000 mm/tahun, dan pH tanah 5,5—8. Selain itu, lokasi juga harus memiliki sumber air yang cukup. Sumber air bisa berasal dari sungai (air mengalir) atau membuat sumur.
  2. Siapkan sarana pembibitan berupa bedeng semai batang bawah, bedeng bibit hasil okulasi, dan lokasi pengolahan media tanam. Usahakan lokasi pembibitan dinaungi paranet dengan persentase naungan 60%.
  3. Siapkan prasarana pembibitan seperti cangkul, gembor, sprayer, dan polibag berukuran 18 cm x 12 cm yang berisi tanah (top soil) dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Alat dan bahan untuk melakukan teknik sambung, seperti pisau cutter dengan lebar 1 cm atau silet, plastik kemasan transparan untuk pengikat dengan ketebalan 0,003 mm dan lebar 0,5—1 cm, serta batang pisang. Untuk mencegah serangan cendawan dan semut, siapkan fungisida dan insektisida butiran.
  4. Siapkan biji mangga untuk persiapan tanaman batang bawah dengan kriteria berasal dari tanaman sehat, kuat, memiliki batang yang kokoh, dan perakaran yang baik. Biji harus berasal dari buah yang matang.
  5. Sementara itu untuk bahan okulasi, pilih entres dengan cabang setengah berkayu, tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda. Ciri-cirinya, memiliki warna kulit cokelat muda kehijauan. Entres yang berasal dari cabang tua akan tumbuh lambat dan persentase keberhasilannya lebih rendah. Selain itu, usahakan cabang entres tidak berdaun

C. Persiapan Bahan Tanam Pembibitan Mangga

a. Batang Bawah

  1. Pilih biji mangga yang berasal dari buah segar dan berukuran sedang. Bersihkan biji dari daging buah dan kulit biji yang melekat. Kering anginkan di tempat teduh yang terhindar dari sinar matahari langsung.
  2. Sementara itu, buat bedeng semai dengan ukuran lebar 80 cm, tinggi 15 cm, dan panjang menyesuaikan dengan kontur. Tanam biji dengan cara membenamkannya ke dalam tanah dengan posisi pusar (hilum) menghadap ke bawah. Beri jarak 15—20 cm untuk penanaman berikutnya.
  3. Tambahkan fungisida dan insektisida butiran dengan dosis sesuai anjuran.
  4. Buat naungan di bedengan menggunakan paranet untuk menaungi bibit selama 4 bulan hingga batang bawah memiliki tinggi 30—50 cm.
  5. Siram bibit batang bawah secara teratur 2—3 hari sekali.
  6. Setelah berumur sekitar 4 bulan, bibit diseleksi untuk mendapatkan bibit batang bawah yang kokoh.
  7. Pilih bibit yang memiliki pertumbuhan baik, terlihat dari jumlah daun, warna daun hijau, tinggi batang 30—50 cm, batang berbentuk tegak lurus, dan keadaan akar normal. Sementara itu, pisahkan bibit apkir yang memiliki pertumbuhan abnormal seperti batang bengkok, rasio panjang akar dan tinggi batang tidak seimbang, terserang hama dan penyakit, serta daun telihat roset atau mengecil.
  8. Pindahkan bibit sehat yang dipilih ke dalam polibag yang berisi media tanam.
  9. Simpan bibit di bawah naungan paranet 60%.
  10. Siram dengan teratur dan lakukan pengendalian hama dan penyakit jika diperlukan.
  11. Setelah bibit berumur sekitar 8 bulan sejak semai dengan jumlah ruas sebanyak 2 buah, bibit siap untuk dijadikan batang bawah dalam teknik okulasi.

b. Mata Entres

  1. Pilih mata entres yang berukuran besar, menonjol, terlihat segar, dan sehat, tetapi belum mekar (plast). Pastikan mata entres berasal dari cabang dengan jaringan kambium yang masih aktif. Ciri-cirinya, kulit mudah dikupas dan bagian kambium berwarna putih terlihat lembap dan berair.
  2. Gunakan entres dari pohon indukan dengan varietas yang jelas dan bersertifikat. Entres dapat dibeli di Balai Benih Induk atau penangkar terpercaya.
  3. Simpan entres di dalam batang pisang atau dalam kardus yang dilapisi kertas koran basah maksimum 4—5 jam.

D. Tahapan Okulasi Bibit Mangga

  1. Lakukan okulasi pada pagi hari pukul 07.00—11.00. Pasalnya, pada waktu tersebut kambium tanaman dalam kondisi aktif dan optimum. Proses okulasi yang melebihi waktu tersebut akan menyebabkan daun menjadi layu dan mata tunas cepat mengering.
  2. Sterilkan alat-alat sebelum melakukan okulasi. Pastikan pisau atau cutter yang digunakan dalam keadaan tajam dan tidak berkarat.
  3. Buang daun yang berada di bawah tempat yang ditentukan untuk penyayatan.
  4. Buat sayatan melintang berbentuk huruf U terbalik sepanjang 2—3 cm dan lebar 1—1,5 cm pada batang bawah. Pastikan sayatan berada 20—30 cm dari permukaan tanah. Tujuannya, untuk menyiapkan tem-pat jika okulasi pertama tidak berhasil. Okulasi kedua dapat dilakukan di bawah okulasi pertama dengan arah yang berlawanan. Begitu pula okulasi ketiga, dapat dilakukan di bawah okulasi kedua dengan arah yang berlawanan. Proses okulasi tersebut dilakukan dengan selang waktu tiga minggu agar tanaman tidak mengalami stres.
  5. Potong sayatan tersebut, sisakan sepertiga sayatan di batang untuk tempat menempelkan mata tunas.
  6. Sementara itu, kupas pola mata entres dari atas ke bawah dengan ukuran sayatan yang lebih kecil dari sayatan batang bawah. Sebaiknya, mata entres disayat dengan satu gerakan searah tidak putus dan dibuat agak dalam hingga menembus kayu agar kambium tetap terbawa.
  7. Bersihkan lapisan kayu yang masih menempel pada mata entres.
  8. Tempelkan mata entres dengan cara menyisipkannya pada sepertiga bagian batang bawah yang telah disayat. Pastikan posisi mata entres mengarah ke atas dan tidak tertutup oleh sepertiga sayatan batang bawah.
  9. Ikat bidang tempel menggunakan lembaran plastik yang telah disediakan. Lakukan pengikatan dari bagian bawah ke bagian atas bidang tempel, usahakan mata entres tidak tertutup tali pengikat. Pengikatan dilakukan hati-hati jangan sampai terlalu kencang atau longgar. Ikatan yang terlalu kencang dapat mengganggu proses penyatuan batang bawah dan entres, sedangkan ikatan yang longgar dapat menyebabkan air masuk ke bidang tempel dan menyebabkan kebusukan.
  10. Letakkan bibit hasil okulasi di tempat teduh yang terhindar dari sinar matahari secara langsung.

E. Pemeliharaan Bibit Mangga

  1. Potong pucuk atau titik tumbuh batang bawah untuk mendorong tumbuhnya mata tunas tempel. Dengan demikian, pertumbuhan mata tunas dan batang bawah akan seimbang.
  2. Siram bibit dengan rutin dua hari sekali. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati agar air tidak masuk ke dalam ikatan.
  3. Amati pertumbuhan mata entres. Pada minggu kedua sampai ketiga setelah okulasi, mata entres mulai tumbuh. Buka perlahan ikatan paling atas dengan menggunakan silet.
  4. Perhatikan mata entres hasil okulasi. Jika mata entres berwarna hijau, segar, tidak kering dan tidak patah, artinya okulasi berhasil. Sebaliknya, mata tunas yang mengering dan berwarna cokelat kehitaman menunjukkan okulasi tidak berhasil.
  5. Setelah tunas berkembang dan mempunyai 2—3 helai daun dewasa yang siap berfotosintesis, lakukan pemotongan batang bawah 2—3 cm di atas tempat tunas tumbuh.
  6. Agar pertumbuhan tunas entres maksimal, potong mata tunas yang tumbuh liar pada batang bawah.
  7. Lakukan pemupukan seminggu sekali menggunakan pupuk daun dengan konsentrasi 2 cc/l air. Pemupukan bisa juga dilakukan menggunakan pupuk NPK yang dilakukan sebulan sekali dengan dosis 1—2 g/tanaman.
  8. Lakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman, seperti hama, gulma, dan penyakit.
  9. Lakukan pemeliharaan bibit okulasi ini minimum dua bulan hingga bibit siap jual.

F. Kendala dan Solusi Bisnis Pembibitan Mangga


Kendala
Solusi
Kegagalan okulasi
  1. Lakukan okulasi dengan teliti dan steril.
  2. Gunakan cutter atau silet yang tajam dan terbebas dari karat.
  3. Lakukan proses pada pagi atau sore hari agar mata tunas entres tidak cepat layu.
  4. Lakukan okulasi dengan cepat agar mata tunas tidak mengering.
Sulit mendapatkan mata tunas entres yang bersertifikat Mencari penyedia entres yang terpercaya dan telah tersertifikasi. Biasanya, sumber tunas pucuk tersedia di Balai Benih Induk.
Tingginya serangan busuk akibat cendawan
  1. Penataan jarak antartanaman agar tidak terlalu rapat.
  2. Pisahkan bibit yang terserang.
  3. Jika serangan cukup parah, semprotkan pestisida tepat jenis dengan dosis sesuai dengan yang tertera pada kemasan.

G. Analisis Usaha Pembibitan Mangga

a. Asumsi

  1. Lahan yang digunakan merupakan lahan sewa seluas 500 m².
  2. Target produksi sebanyak 10.000 bibit dengan masa produksi 10 bulan (8 bulan pemeliharaan batang bawah dan 2 bulan pemeliharaan setelah okulasi).
  3. Bahan tanam berupa benih mangga batang bawah dan entres sepanjang satu meter (jumlah mata tunas rata-rata 10 buah/entres).
  4. Persentase berkecambah benih sebesar 80%.
  5. Persentase bibit siap tanam sebesar 80%.
  6. Kebutuhan benih untuk target produksi 10.000 bibit adalah 15.625 benih.
    Kebutuhan benih = Target produksi x 100/persentase berkecambah x 100/persentase bibit siap tanam
                                 = 10.000 x 100/80 x 100/80
                                 = 15.625 benih
  7. Persentase kerusakan polibag sebesar 3%.
  8. Jumlah polibag per kg sebanyak 1.000 buah.
    Kebutuhan polibag = (jumlah bibit + (jumlah bibit x persentase kerusakan)) : jumlah polibag/kg
    = (10.000 + (10.000 x 3%))/1.000
    = 10,3 kg
    = 11 kg
  9. Media tanam berupa tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
  10. Pembelian tanah menggunakan mobil colt berkapasitas 7 m³.

b. Rincian Biaya

—Biaya Investasi


Komponen
Harga Satuan (Rp)
Jumlah
Satuan
Total Biaya (Rp)
Sewa lahan 500 m2
400.000
1
Tahun
400000
Paranet
875.000
2
Gulung
1750000
Bambu
7.500
25
Batang
187500
Pembuatan sumur
2.000.000
1
Paket
2000000
Pemasangan instalansi listrik
250.000
1
Paket
250000
Pompa air
750.000
1
Buah
750000
Sprayer
350.000
1
Buah
350000
Saung (barak)
1.000.000
1
Paket
1000000
Alat okulasi
375.000
3
Paket
1125000
Peralatan pertanian
350.000
1
Paket
350000
Sungkup plastik
300.000
1
paket
300000
Total biaya investasi
8.462.500

—Biaya Tetap per Periode


Komponen
Masa Pakai (bulan)
Harga
Penyusutan
Total Biaya (Rp)
Penyusutan sewa lahan
12
400.000 10/12 x Rp400.000
333.333
Penyusutan
paranet
36
1.750.000
10/36 x Rp1.750.000
486.111
Penyusutan bambu
12
187.500 10/12 x Rp187.500
156.250
Penyusutan sumur
180
2.000.000
10/180 x Rp2.000.000
111.111
Penyusutan instalasi listrik
60
250.000 10/60 x Rp250.000
41.667
Penyusutan pompa air
96
750.000 10/96 x Rp750.000
78.125
Penyusutan sprayer
36
350.000 10/36 x Rp350.000
97.222
Penyusutan saung 60 1.000.000 10/60 x Rp1.000.000 166.667
Penyusutan alat okulasi 36 375.000 10/36 x Rp375.000 104.167
Penyusutan peralatan pertanian 24 350.000 10/24 x Rp350.000 145.833
Penyusutan sungkup 36 300.000 10/36 x Rp300.000 83.333
Total biaya tetap 1.803.819

—Biaya Variabel per Periode


Komponen
Harga Satuan(Rp)
Jumlah
Satuan
Total Biaya
Polibag
25.000
11
Kg
275.000
Plastik okulasi
35.000
10
Kg
350.000
Kompos
10.000
50
Karung
500.000
Tanah
300.000
1
Bak colt
300.000
Arang sekam
10.000
20
Karung
200.000
Entres
6.000
1.500
Batang
9.000.000
Benih mangga
300
15.625
Buah
4.687.500
PupukNPK
3.000
70
Kg
210.000
Pestisida
100.000
1
Kg
100.000
Pembukaan lahan
100.000
1
Borongan
100.000
Biaya listrik
50.000
10
bulan
500.000
Tenaga borongan pengisian media
50
10.000
Polibag
500.000
Tenaga borongan okulasi
1.250
12.000
Polibag
15.000.000
Biaya tenaga kerja tetap
300.000
10
bulan
3.000.000
Total biaya variabel
34.722.500
—Total Biaya per Periode
Total biaya operasional
= Total biaya tetap + Total biaya variabel
                                        = Rp1.803.819 +Rp34.722.500
                                        = Rp36.526.319

c. Pendapatan dan Keuntungan Bisnis Pembibitan Mangga

—Pendapatan per Periode
Pendapatan  = Jumlah bibit siap salur x Harga bibit
                     = 10.000 x Rp10.000
                     = Rp100.000.000
—Keuntungan per Periode
Keuntungan = Pendapatan—Total biaya operasional
                     = Rp100.000.000— Rp36.526.319
                     = Rp63.473.681

d. Kelayakan usaha

—R/C rasio
Rasio R/C
= Pendapatan : Total biaya operasional
                  = Rp100.000.000 : Rp36.226.319
                  = 2,74
R/C lebih dari satu artinya usaha layak dijalankan. R/C 2,74 artinya setiap penambahan modal sebesar satu rupiah akan memberikan pendapatan sebesar Rp2,74.
—Pay Back Period
Pay back period (titik balik modal atau titik impas) adalah perbandingan antara total investasi dengan keuntungan yang diperoleh.
Payback period = (Total biaya investasi : keuntungan) x 10 bulan
                           = (Rp8.462.500 : Rp64.141.181) x 10 bulan
                           = 1,33 bulan


EmoticonEmoticon

----------------------------------------------------------