Monday, April 25, 2016

Bisnis Pembibitan Jabon Bersertifikat

A. Keuntungan Bisnis Pembibitan Jabon Bersertifikat

bisnis pembibitan jabon bersertifikat
Bisnis Pembibitan Jabon Bersertifikat. Istilah Jabon mulai banyak dibicarakan sejak beberapa tahun terakhir. Di kalangan masyarakat, tanaman kayu ini dikenal memiliki umur panen yang cepat dan kayu yang dihasilkan memiliki tingkat kelurusan yang sangat bagus. Biaya perawatannya pun relatif rendah karena tidak memerlukan pemangkasan (self pruning). Melihat keunggulan jabon tersebut, masyarakat pun berbondong-bondong berinves-tasi dengan bertanam jabon. Kesempatan ini tentu memberikan peluang yang menggiurkan bagi usaha pembibitan jabon. Terlebih, peluang juga terbuka lebar bagi pemasaran bibit partai besar dari berbagai proyek yang berasal dari instansi pemerintah dan perusahaan tertentu. Umumnya, dalam sekali penjualan lelang atau tender, bibit yang terjual dapat berjumlah ratusan ribu bibit.

B. Menyiapkan Lokasi dan Perlengkapan Pembibitan Jabon

  1. Pilih lokasi pembibitan sesuai dengan syarat tumbuh jabon. Selain itu, lokasi pembibitan juga sebaiknya yang dekat dengan sumber air, seperti sungai, sarana irigasi, dan sumur.
  2. Usahakan lokasi pembibitan terletak di tempat yang strategis dan memiliki akses jalan yang memadai. Tujuannya, untuk memudahkan kunjungan konsumen dan melancarkan proses pengangkutan bibit.
  3. Siapkan perlengkapan pembibitan berupa bak plastik penyemaian berukuran 25 cm x 20 cm, plastik penutup transparan, paranet, sprayer, cangkul, dan alat pertanian lainnya. Agar pembibitan dapat berjalan lancar, sebaiknya siapkan pula lokasi pengolahan media tanam, tempat karantina, dan pagar pembatas lokasi pembibitan.
  4. Sediakan bahan pembibitan seperti benih jabon, pasir halus, kompos, sekam, pupuk NPK, pupuk Gandasil D, polibag, dan obat-obatan.

C. Menyemaikan Benih Jabon

  1. Pilih sumber indukan yang berkualitas baik dan memiliki sertifikasi benih. Benih bisa juga berasal dari tegakan pohon induk yang baik.
  2. Siapkan media semai berupa campuran pasir halus yang telah disangrai dan kompos dengan perbandingan 1 : 1. Masukkan media semai yang telah tercampur rata ke dalam bak plastik penyemaian berukuran 25 cm x 20 cm.
  3. Siram media hingga air menetes dari bawah bak penyemaian.
  4. Campur benih dengan pasir halus agar penyebaran ke dalam bak dapat merata.
  5. Taburkan benih secara merata di atas media. Jumlah benih yang ditabur di dalam satu bak sekitar dua sendok teh.
  6. Tutup bak menggunakan plastik transparan.
  7. Siram persemaian secara rutin setiap dua kali sehari menggunakan sprayer. Setelah 10—30 hari, benih mulai berkecambah.

D. Menyapih Kecambah Jabon

  1. Lakukan penyapihan pada pagi hari agar kecambah tidak mengalami stres akibat suhu tinggi. Usahakan proses penyapihan ini dilakukan di bawah naungan paranet sehingga tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  2. Siapkan media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
  3. Masukkan media tanam yang telah tercampur rata ke dalam polibag berukuran 10 x 15 cm. Jumlah polibag yang harus disiapkan sekitar 3 kg/bak kecambah. Pasalnya, satu bak kecambah terdapat 500—1.000 bibit siap sapih.
  4. Pilih kecambah yang sudah memiliki 2—3 pasang daun, akarnya tidak patah, dan tidak terluka. Segera tanam kecambah yang telah dipilih ke dalam polibag yang berisi media tanam.
  5. Tempatkan kecambah yang telah disapih di tempat yang telah diberi naungan paranet.

E. Memelihara Bibit Jabon

  1. Siram bibit jabon menggunakan air secukupnya. Jika musim hujan, bibit jabon tidak perlu disiram.
  2. Setiap satu minggu sekali, siram bibit jabon menggunakan air yang telah dicampur dengan fungisida Dithane M-45 dengan dosis sesuai yang tertera pada kemasan.
  3. Setelah bibit berumur dua minggu, lakukan pemupukan sesuai dengan jenis dan dosis yang dianjurkan. Jenis pupuk yang digunakan berupa pupuk NPK dengan dosis 3—5 gram/polibag. Sementara itu, untuk bibit muda, pupuk yang digunakan 0,25—0,5 gram/polibag.
  4. Setelah bibit berumur tiga bulan, lakukan aplikasi pupuk daun Gandasil D dengan dosis sebanyak 1—2 gram/liter air.
  5. Lakukan pemeliharaan hingga bibit jabon berumur 4—5 bulan.

F. Pemanenan Bibit Jabon

  1. Panen bibit jabon saat berumur 4—5 bulan.
  2. Pastikan bibit memenuhi kriteria sebagai berikut.
    - Kekompakan media jika polibag dibuka tetap utuh
    - Tinggi bibit lebih dari 30—45 cm.
    - Diameter batang 5—8 mm.
    - Warna daun hijau.
    - Bebas penyakit dan hama.
  3. Lakukan pengangkutan saat panen dengan sebaik mungkin. Hindari kondisi daun atau batang tertindih media.
  4. Jika pengangkutan harus menempuh jarak jauh, jaga kelembapan di dalam angkutan dengan memberikan air. Selain itu, buatkan sungkup agar udara tidak langsung mengenai bibit. Sebaiknya, waktu pengangkutan bibit maksimal selama tujuh hari.

G. Kendala dan Solusi Bisnis Pembibitan Jabon


Kendala
Solusi
Benih dapat diperoleh dari buah jabon yang sudah tua atau masak. Namun, sebagian besar penangkar sulit mendapatkan benih jabon karena ukurannya yang sangat kecil. Berikut cara mengekstraksi benih jabon dari pohon indukan yang telah berbuah.
  1. Cacah buah jabon menjadi potongan kecil.
  2. Jemur di bawah terik matahari selama 1-2 hari.
  3. Tumbuk halus cacahan buah jabon, lalu ayak menggunakan saringan dengan kerapatan lubang 0,5-1 mm.
  4. Kemas hasil penyaringan ke dalam plastik kedap udara atau langsung dikecambahkan.
Tingginya tingkat serangan hama kutu putih. Ciri- cirinya, terdapat nimfa atau sejenis kutu di bagian bawah daun jabon. Hama ini menyerang saat kelem- bapan lingkungan cukup tinggi. Cara penanggulangannya bisa meng- gunakan insektisida sesuai dosis dan juga dengan pemotongan daun yang terserang.

H. Analisis Usaha Bisnis Pembibitan Jabon

a. Asumsi

  1. Lahan yang digunakan merupakan lahan sewa seluas 2.500 m².
  2. Target produksi sebanyak 50.000 bibit.
  3. Benih yang digunakan merupakan benih bersertifikat seharga Rp1.600.000/ons.
  4. Persentase berkecambah benih sebesar 70%.
  5. Persentase bibit siap tanam sebesar 80%.
  6. Jumlah butir benih per kg sebanyak 1.500 butir per gram.
    Kebutuhan benih = Target produksi : (persentase berkecambah x persentase bibit siap salur x jumlah butir benih) = 50.000 : (70% x 80% x 1.500)
    = 60 gram
    = 0,6 ons
  7. Persentase kerusakan polibag sebesar 3%.
  8. Jumlah polibag per kg sebanyak 1.000 buah.
    Kebutuhan polibag = (jumlah bibit + (jumlah bibit x persentase kerusakan)) : jumlah polibag/kg
    = (50.000 + (50.000 x 3%))/1.000 = 51,5 kg
    = 52 kg
  9. Media berupa tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
  10. Pembelian tanah menggunakan mobil colt berkapasitas 7 m³.
  11. Pembelian arang sekam dan kompos berupa kemasan karung dengan kapasitas masing-masing 50 kg dan 20 kg.

b. Rincian Biaya

Biaya investasi pembibitan jabon

Komponen
Harga Satuan(Rp)
Jumlah
Satuan
Total Biaya (Rp)
Sewa lahan 2.500 m2
1.000.000
1
Tahun
1.000.000
Paranet
800.000
10
Gulung
8.000.000
Bambu
7.500
125
Batang
937.500
Pembuatan sumur
2.000.000
1
Paket
2.000.000
Pemasangan instalansi listrik
250.000
1
Paket
250.000
Pompa air
750.000
1
Buah
750.000
Sprayer
350.000
2
Buah
700.000
Saung (barak)
1.000.000
1
Paket
1.000.000
Peralatan pertanian
800.000
1
Paket
800.000
Sungkup plastik
300.000
5
Paket
1.500.000
Total biaya investasi
16.937.500

Biaya tetap pembibitan jabon per periode


Komponen
Masa
Pakai
Harga
(Rp)
Perhitungan
Total Biaya (Rp)
Penyusutan sewa lahan
12
1.500.000
4/12 x Rp1.500.000
500.000
Penyusutan paranet
36
8.000.000
4/36 x Rp8.000.000
888.889
Penyusutan bambu
12
937.500
4/12 x Rp937.500
312.500
Penyusutan sumur
96
2.000.000
4/96 x Rp2.000.000
83.333
Penyusutan instalasi listrik
60
250.000
4/60 x Rp250.000
16.667
Penyusutan pompa air 48
750.000
4/48 x Rp750.000
62.500
Penyusutan sprayer
36
700.000
4/36 x Rp700.000
77.778
Penyusutan saung 60
1.000.000
4/60 x Rp1.000.000
66.667
Penyusutan peralatan pertanian
24
800.000
4/24 x Rp800.000
133.333
Penyusutan sungkup
36
1.500.000
4/36 x Rp1.500.000
166.667
Total biaya tetap
2.308.333

Biaya variabel pembibitan jabon


Komponen
Harga Satuan(Rp)
Jumlah
Satuan
Total Biaya (Rp)
Polibag
25.000
52
Kg
1.300.000
Kompos
10.000
250
Karung
2.500.000
Tanah
300.000
2
Bak
600.000
Arang sekam
10.000
100
Karung
1.000.000
Benih jabon
1.600.000
0,6
Ons
960.000
PupukNPK
3.000
350
Kg
1.050.000
Pupuk Gandasil D
60.000
40
Kg
2.400.000
Pestisida
100.000
3
Kg
300.000
Pembukaan lahan
500.000
1
Borongan
500.000
Biaya listrik
200.000
4
Bulan
800.000
Tenaga pengisian media
50.000
50
Polibag
2.500.000
Tenaga penyapihan
50.000
25
Polibag
1.250.000
Biaya tenaga kerja
1.500.000
4
Bulan
6.000.000
Total biaya variabel
21.160.000
Total biaya operasional = Total biaya tetap + Total biaya variabel
                                        = Rp2.308.333 + Rp21.160.000
                                        = Rp23.468.333

c. Pendapatan dan Keuntungan per Periode Bisnis Pembibitan Jabon

1. Pendapatan

Pendapatan  = Jumlah bibit x harga jual
                     = 50.000 bibit x Rp1.100
                     = Rp55.000.000

2. Keuntungan

Keuntungan  = Pendapatan—total biaya operasional
                     = Rp55.000.000—Rp23.468.333
                     = Rp31.531.667

d. Kelayakan Usaha

1. Rasio R/C

Rasio R/C = Pendapatan : Total biaya operasional
                   = Rp55.000.000 : Rp23.468.333
                   = 2,34
R/C lebih dari satu artinya usaha layak dijalankan. R/C 2,34 artinya setiap penambahan modal sebesar satu rupiah akan memberikan pendapatan sebesar Rp2,34.

2. Pay Back Period

Pay back period (titik balik modal atau titik impas) adalah perbandingan antara total investasi dengan keuntungan yang diperoleh.
Pay back period = (Total biaya investasi : keuntungan) x 4 bulan
                            = (Rp16.937.500 : Rp31.531.667) x 4 bulan
                            = 2,15 bulan


EmoticonEmoticon

----------------------------------------------------------