Wednesday, April 27, 2016

Cara Merawat Aquarium dan Aquascape

A. Perawatan Aquarium Berkala

Aquarium atau Aquascape yang sudah ditata rapi memerlukan perawatan berkala agar penampilannya tetap prima dan menarik. Dua bulan pertama merupakan masa saat aquascape memerlukan perawatan lebih intensif karena ekosistem aquscape masih belum stabil. Berikut jadwal yang harus dilakukan untuk dua bulan pertama.

Perawatan Aquascape Minggu ke-1

Pada minggu pertama, ikan belum boleh dimasukkan ke dalam akuarium. Selain kondisi air belum stabil, kehadiran ikan pada awal pemeliharaan juga dapat mengganggu perakaran tanaman yang kondisinya belum kuat. Bahkan, kotoran ikan juga dapat membuat akuarium cepat berlumut.
membersihkan aquarium dan aquascape
Kebersihan Air
Penggantian air idealnya 50% setiap hari selama seminggu agar kadar NH4 tidak naik dan akuarium tidak berlumut.
Suhu Air
Idealnya, suhu air dijaga pada kisaran 24° C dengan suhu maksimum 26° C.
Lampu
Nyalakan lampu selama 5 jam setiap hari. Timer bisa diatur sesuai dengan waktu luang Anda ‘menikmati’ akuarium tersebut.

Perawatan Aquascape Minggu ke-2

Pada minggu kedua, ikan-ikan kecil pemakan lumut boleh dimasukkan, tetapi jangan diberi makan selama satu minggu.Tujuannya, agar ikan memakan lumut yang tersisa di daun saat merasa lapar sehingga akuarium tetap bersih.
Kebersihan Air
Air akuarium diganti setengahnya, dua kali seminggu.
Suhu
Pastikan chiller atau kipas angin berfungsi dengan baik agar suhu tetap berkisar pada 25—27° C.
Lampu
Durasi menyalakan lampu bisa dinaikkan hingga 6 jam per harinya.

Perawatan Aquascape Minggu ke-3

cara merawat aquarium dan aquascape
Pemberian pakan.
Pastikan pakan habis dalam waktu lima menit
agar kualitas air akuarium tidak cepat rusak
Ikan boleh ditambah sesuai kapasitas akuarium dan bisa mulai diberi pakan. Pakan harus habis dalam tempo lima menit. Kelebihan pakan harus dibuang dengan cara disedot menggunakan slang agar akuarium tidak berlumut.

Kebersihan Air
Air akuarium diganti setengahnya seminggu sekali.

Suhu Air
Suhu air tetap dijaga 26o C.
Lampu
Durasi menyalakan lampu bisa dinaikkan hingga 7 jam per hari.

Perawatan Aquascape Minggu ke-4 hingga Minggu ke-6

Jika ada tanaman air yang membusuk atau tidak sehat, segera ganti dengan tanaman air yang baru. Sementara itu, penggantian air dilakukan setiap dua minggu sekali.
membersihkan aquarium dan aquascape

Perawatan Aquascape Minggu ke-7 hingga Minggu ke-8

Karbon aktif dan media filter seperti arang, mulai dikeluarkan dari filter. Ikan pun boleh ditambah sesuai dengan kapasitas akuarium. Pohon-pohon yang tumbuh terlalu panjang bisa dipangkas.

Kebersihan Air
Ganti 30% air setiap dua minggu sekali.
Lampu
Durasi lampu bisa ditambahkan menjadi 12 jam per hari agar tanaman tumbuh maksimal.

Perawatan Aquascape Lebih dari 8 minggu

Perawatan berkala dilakukan setiap dua minggu sekali dengan mengganti 50% air akuarium, mencuci filter, membersihkan kaca, dan memangkas pohon yang layu atau terlalu tinggi.

B. Pemberantasan Lumut dan Keong

Lumut pada Tanaman Air

Lumut bisa menjadi pengganggu bagi hobiis yang ingin menikmati keindahan aquascape. Salah satu sumber penyebaran lumut berasal dari tanaman yang baru dimasukkan ke dalam aquascape. Karena itu, sebelum dimasukkan ke dalam akuarium, tanaman baru tersebut perlu dipastikan bebas lumut. Jika terdapat lumut pada tanaman tersebut, lakukan langkah berikut ini.
  1. Campur 100 cc larutan pemutih baju dengan 2.000 cc air bersih.
  2. Celup pohon yang berlumut ke dalam larutan tersebut selama 30 detik.
  3. Bilas pohon tersebut dengan air bersih sampai bau larutan hilang.
  4. Tanam pohon tersebut di akuarium.
Jangan kaget jika keesokan harinya Anda akan menemukan selaput putih di tepi daun pohon tersebut. Selaput putih tersebut menandakan lumut sudah mati.

Lumut pada Akuarium

Selain pada tanaman, akuarium juga bisa terserang lumut. Untuk mengatasinya, sebaiknya ganti air akuarium 2 kali seminggu dan gunakan lampu UV pembunuh lumut (algae killer lamp). Air yang berlumut akan dipompa melalui lampu dan dikembalikan lagi ke dalam akuarium.

Tabel 1. Jumlah watt yang diperlukan sesuai dengan volume air akuarium
Kekuatan Lampu (watt) Volume Air (liter)
13 100
18 400
36 1.500

Mengatasi Berbagai Jenis Lumut di Akuarium

mengatasi lumut di akuarium
Mencuci media filter.
Dilakukan untuk mengatasi lumut
dan menambah kekuatan arus air di dalam akuarium
Lumut rambut (hair algae) diatasi menggunakan ikan ‘Sae’. Selain itu, gunting bagian daun yang terserang lumut ini dan ganti 50% air akuarium setiap seminggu sekali.
Lumut jenggot (beard algae) dapat diatasi dengan memanfaatkan larutan pemutih, mencuci media filter, dan mengurangi kadar fosfat di dalam air.
Lumut biru (blue algae) memiliki bentuk seperti lendir berwarna biru kusam. Untuk mengatasinya, atasi dengan mencuci media filter dan menambah kekuatan arus di dalam akuarium sehingga air bergerak lebih cepat.

Memberantas Keong

Selain keong hias, ada pula keong yang bersifat merugikan. Keong berbentuk kerucut tersebut harus dibasmi dari akuarium karena suka memakan dedaunan. Keong tersebut dapat dibasmi dengan obat pengusir keong yang dapat dibeli di toko akuarium. Dosisnya disesuaikan dengan anjuran pakai yang tertera pada label kemasan.
Selain membelinya, aquascaper juga bisa membuat obat keong tersebut. Caranya, larutkan 2 sendok terusi (copper sulfat-dapat dibeli di toko kimia) ke dalam 600 ml air bersih. Tuangkan larutan tersebut ke dalam akuarium dengan perbandingan 10 ml air terusi untuk 100 liter air akuarium. Jika ada hama keong yang keluar atau mengapung, segera buang. Jika ada udang atau ikan yang mengapung, segera pindahkan ke akuarium lain. Diamkan selama dua jam, lalu ganti 90% air akuarium tersebut dengan air yang telah diendapkan minimum satu hari. Larutkan juga ‘water conditioner’ seperti Aquasafe dengan dosis sesuai aturan pemakaian. Fungsi 'water conditioner' adalah untuk membuang racun terusi yang masih tersisa. Setelah itu, nyalakan kembali seluruh peralatan aquascape, serta masukkan kembali udang dan ikan ke dalam akuarium.

D. Pemeliharaan Ikan

Pemberian Pakan

pemeliharaan ikan aquarium dan aquascape
Pakan ikan. Gunakan pakan yang mengapung
di dalam air akuarium
Ikan di dalam aquascape bisa diberi makan dua kali sehari. Atur pemberian makan sehingga pakan bisa dihabiskan ikan dalam waktu 5 menit. Pilih pakan yang melayang di tengah air. Hindari pakan yang mengapung dan pakan tenggelam. Pakan yang mengapung di permukaan air akan mudah masuk ke dalam filter, sedangkan pakan yang tenggelam akan menyelip di antara pepohonan sehingga sulit diraih ikan.

Mengobati Ikan

Mengobati ikan yang sakit di aquascape tidak diperkenankan menggunakan Metyline Blue dan garam karena akan membuat tanaman air lumer dan mati. Untuk mengatasinya, gunakan Ciprofloxacyn (broad spectrum antibiotic). Antibiotik ini dijual bebas di apotek. Satu tablet (250 mg) Ciprofloxacyn bisa digunakan untuk 100 liter air akuarium. Tablet tersebut dilarutkan dalam ½ gelas air panas. Aquascaper bisa juga membeli obat ikan lainnya. Namun, pastikan pada label kemasannya tertera aman untuk tanaman (safe for aquatic plant).

E. Kontraktor Akuarium

Jika hanya ingin menikmati aquascape dan tidak mau direpotkan dengan urusan perawatannya, Anda dapat menghubungi “maintenance contractor”, yakni seorang kontraktor yang menyewakan jasa untuk merawat aquascape. Kontraktor ini bisa Anda temui di toko akuarium yang relatif besar, baik di Jabodetabek, maupun kota besar lainnya.

perawatan aquarium dan aquascape


Aneka Desain Aquascape Terbaik

aneka desain aquascape terbaik
Desain Aquascape saat ini banyak model atau desain aquascape yang dipraktikkan di Indonesia. Namun, di dalam bab ini hanya dipaparkan mengenai empat kelompok jenis desain aquascape, yakni gaya jepang (asia atau tropis), gaya eropa, gaya biotop, dan gaya exotic international aquarium.

A. Aquascape Gaya Jepang (Asia atau Tropis)

Gaya jepang dipopulerkan oleh Takashi Amano pada tahun 1988 melalui buku pertamanya yang berjudul Nature Aquarium. Gaya jepang ini kental dengan konsep komposisi batu iwagumi dan kayu yang dihadirkan di tengah tanaman kecil. Sementara itu, tanaman besar seperti Echinodorus, Crinum, atau Aponogeton jarang digunakan. Kalaupun ada, tanaman besar hanya digunakan sebagai background atau khusus diterapkan pada akuarium berukuran sangat besar (volume air melebihi 1.000 liter).
Ciri khas gaya Jepang terletak pada penataannya yang sangat memperhatikan tata letak dan sangat rapi.
desain aquascape gaya Jepang

B. Aquascape Gaya Eropa (Dutch Style)

desain aquascape gaya eropa
Desain Aquascape Gaya Eropa
Desain gaya eropa sangat populer, terutama di Jerman dan Belanda, karena hobiis di sana senang memelihara tanaman air di dalam akuarium. Pada awal perkembangan gaya ini, hobiis belum memakai peralatan CO² sehingga tanaman yang digunakan harus mampu hidup dalam kondisi yang tidak optimal, seperti tanaman Echinodorus dan Fern. Gaya jerman ini dipopulerkan oleh Oliver Knott.

Ciri khas gaya eropa terletak pada penggunaan tanaman yang memiliki daya tahan tinggi dan penataannya yang dibuat mirip dengan hutan belantara.

C. Aquascape Biotop

desain aquascape gaya biotop
Desain biotop dipopulerkan oleh penemu ikan terbanyak di dunia, yakni Heiko Bleher-Scientist of the Year 2009. Beliau berkelililing dunia setiap tahun untuk mengamati kondisi perairan, baik tanah, flora, maupun biota di sekitar sungai atau danau lokasi ikan yang akan digunakan sebagai penghias aquascape. Dari hasil pengamatannya tersebut, beliau membuat miniatur perairan di dalam akuarium. Akuarium biotop ini tampak sangat alami dan banyak jenisnya, seperti biotop amazonia, biotop lake tanganyika, biotop india, biotop papua, dan biotop kalimantan.

Aquascape gaya biotop hanya berisi ikan dan tanaman yang berasal dari habitat ikan tersebut ditemukan serta menggunakan pasir, batu dan kayu yang mendekati habitat aslinya.

D. Aquascape International Exotic Aquarium

Desain ini memberi kebebasan kepada hobiis untuk berkreasi menyatukan ikan dan tanaman yang eksotik dari berbagai belahan dunia. Dalam membuat desain ini, diperhatikan jenis tanaman yang akan digunakan agar bisa tumbuh menggunakan substrat tanah dan mutu air yang sama. Begitu pula dengan jenis ikan. Pilih jenis ikan yang bisa hidup dalam parameter air yang sama.

Ciri khas gaya international exotic aquarium terletak pada banyaknya jenis tanaman dan ikan dari berbagai negara yang dipadukan di dalam satu akuarium.
desain aquascape international exotic aquarium

Membuka Usaha Pembuatan Komposter dan Pupuk Cair

membuka usaha pembuatan komposter dan pupuk cair

A. Usaha Pembuatan Komposter

a. Asumsi Usaha Pembuatan Komposter

  • Biaya investasi meliputi pembelian peralatan yang digunakan untuk membuat komposter, seperti gunting, bor, mata bor, dan meteran.
  • Seluruh input yang digunakan untuk membuat komposter dianggap sebagai biaya produksi. Estimasi penyusutan peralatan diasumsikan Rp10.000/hari.
  • Biaya produksi dihitung selama satu hari. Dalam satu hari diestimasikan membuat komposter sebanyak 2 buah.
  • Asumsi harga jual komposter ukuran 20 liter Rp150.000 per buah. Namun, penjual umumnya menawarkan produk komposter dalam satu paket yang terdiri dari komposter 20 liter, bioktivator 1 liter, dan sprayer ukuran 2 liter dengan harga Rp200.000.

b. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Komposter

Komponen
Satuan
Biaya Satuan (Rp)
Jumlah biaya (Rp)
Gunting 1 buah
5.000
5.000
Bor 1 buah
250.000
250.000
Meteran 1 buah
25.000
25.000
Mata bor 1 buah
5.000
5.000
Total Biaya Investasi
285.000

c. Biaya Produksi Usaha Pembuatan Komposter

Komponen
Satuan
Biaya Satuan (Rp)
Jumlah Biaya (Rp)
Tong plastik bekas ukuran 20 liter
2 buah
30.000
60.000
Pipa paralon ukuran 1 inchi 1 batang
25.000
25.000
Kasa plastik 1 meter
10.000
10.000
Keran plastik 2 buah
5.000
10.000
Lem paralon 1 buah
5.000
5.000
Sambungan T ukuran 1 inchi 4 buah
5.000
20.000
Penyusutan peralatan - -
10.000
Total Biaya Produksi untuk Dua Buah Komposter
140.000

d. Pendapatan dan Keuntungan Usaha Pembuatan Komposter

Pendapatan 1 hari  = Jumlah produksi x harga jual komposter
                                = 2 buah x Rp150.000/buah = Rp300.000
Keuntungan 1 hari = Pendapatan - Biaya Produksi
                                = Rp300.000 - Rp140.000 = Rp160.000
Jika diasumsikan hari kerja dalam satu bulan sebanyak 24 hari, keuntungan yang diperoleh selama satu bulan mencapai Rp3.840.000

e. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Komposter

1. Return of Investment (ROI)
ROI   =  Total Pendapatan    x 100%
              Total Biaya Investasi
ROI   =  Rp300.000  x 100%
               Rp285.000
ROI   =  105,26%
Artinya, usaha ini menghasilkan pendapatan 105,26% dari total biaya investasi yang dikeluarkan.

B. Usaha Pembuatan Pupuk Cair

a. Asumsi Usaha Pembuatan Pupuk Cair

  • Biaya investasi meliputi pembelian peralatan yang digunakan untuk membuat kompos cair, yaitu satu paket komposter, gunting atau pisau, wadah, dan alat pengaduk. Penyusutan seluruh peralatan diestimasikan Rp20.000/bulan.
  • Komposter dibeli dalam satu paket yang terdiri dari komposter 20 liter, bioktivator 1 liter, dan sprayer ukuran 2 liter dengan harga Rp200.000.
  • Bioaktivator yang digunakan untuk membuat pupuk cair setiap bulan sebanyak 10—20 ml. Biaya penggunaannya per bulan sudah dimasukkan ke dalam perhitungan penyusutan peralatan.
  • Bahan baku pupuk cair diasumsikan membutuhkan 5 kg sampah yang diperoleh secara gratis dari limbah rumah tangga atau limbah pasar. Namun, ongkos memilah sampah organik dan ongkos pemotongan atau perajangan dimasukkan ke dalam biaya produksi.
  • Biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan dihitung dalam satu bulan.
  • Dalam satu bulan diasumsikan membuat pupuk cair sebanyak dua liter. Namun kenyataan di lapangan, produksi lindi pada bulan berikutnya umumnya meningkat.
  • Harga jual pupuk cair Rp20.000 per liter.

b. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Pupuk Cair

Komponen
Satuan
Biaya Satuan (Rp)
Jumlah biaya (Rp)
Komposter,bioaktivator, dan sprayer 1 paket
200.000
200.000
Gunting atau Pisau 1 buah
5.000
5.000
Wadah 1 buah
10.000
10.000
Alat pengaduk 1 buah
10.000
10.000
Total Biaya Investasi
225.000

c. Biaya Produksi Usaha Pembuatan Pupuk Cair

Komponen
Satuan
Biaya Satuan (Rp)
Jumlah Biaya (Rp)
Ongkos pemisahan 5 kg sampah organik
1 paket
3.000
3.000
Ongkos perajangan 5 kg sampah
1 paket
1.000
1.000
Air
1 liter
2.000
2.000
Penyusutan peralatan
-
-
20.000
Jumlah
26.000

d. Pendapatan dan Keuntungan Usaha Pembuatan Pupuk Cair

Pendapatan   = Jumlah produksi x harga jual pupuk cair
                      = 2 liter x Rp20.000/liter = Rp40.000
Keuntungan  = Pendapatan - Biaya Produksi
                      = Rp40.000 - Rp26.000 = Rp14.000
Perhitungan ini berlaku untuk pengolahan sampah di rumah sendiri. Jika dilakukan program secara bersama dalam satu RT atau RW, pupuk cair yang dihasilkan bisa lebih banyak. Otomatis, jika kapasitas produksi banyak, keuntungan pun semakin bertambah.

e. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Pupuk Cair

Return of Investment (ROI)
ROI  =  Total Pendapatan   x  100%
              Total Biaya Investasi
ROI  =   Rp40.000  x 100%
               Rp225.000
ROI  =   17,78%
Artinya, usaha ini menghasilkan pendapatan 17,78% dari total biaya investasi yang dikeluarkan.

Keunggulan dan Manfaat Pupuk Organik Cair

keunggulan dan manfaat pupuk organik cair

Kelebihan penggunaan pupuk organik di antaranya menyehatkan lingkungan, memperbaiki struktur tanah, menekan biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas tanaman. Berikut ini kami jelaskan secaran lengkap manfaat dan keunggulan pupuk organik.

A. Menyehatkan Lingkungan

Sebagai materi akhir atau sisa suatu proses, sampah biasa- nya diatasi dengan mengangkutnya dari tempat sampah di permukiman dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah akhir atau membakarnya. Padahal, jika dilihat dari jumlah penduduk yang terus meningkat, perubahan tingkat pola konsumsi, pola penyediaan kebutuhan hidup, serta iklim dan musim, cara seperti itu kurang mampu mengatasi masalah sampah. Pasalnya, sampah yang dihasilkan setiap hari terus meningkat dan berisiko menimbulkan banyak masalah.
Satu-satunya cara menangani sampah yang efektif dan efisien adalah dengan mendaur ulang. Sampah non- organik bisa didaur ulang menjadi biji plastik. Sementara itu, sampah organik bisa diolah lagi menjadi kompos atau pupuk organik. Daur ulang sampah organik menjadi pupuk tidak hanya dapat menyuburkan tanaman, tetapi juga turut menyehatkan lingkungan. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga tidak meninggalkan residu pada tanaman sehingga aman untuk dikonsumsi.
manfaat pupuk organik bagi lingkungan

B. Revitalisasi Produktivitas Tanah

Pada dasarnya, penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus hingga pada tahap tertentu ternyata dapat berakibat buruk bagi kondisi hara tanah. Pupuk anorganik akan terakumulasi di dalam tanah dan menyebabkan kekahatan (kekurangan) hara. Tanah yang sering diberi pupuk anorganik lama-kelamaan dapat menjadi keras sehingga menjadi sulit untuk diolah dan mengganggu pertumbuhan tanaman.
Karena itu, pemanfaatan pupuk organik untuk tanah sangat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan permeabilitas tanah, dan mengurangi ketergantungan lahan pada pupuk anorganik. Selain itu, pupuk organik juga berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah. Efek positifnya, dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga tanah menjadi gembur dan mudah menyerap air.

Pupuk Organik

Pupuk organik membantu proses pertumbuhan dengan prinsip kerja holistik yaitu membantu kebutuhan fisik, kimia, dan biologi tanah.
Fisik
  1. Menggemburkan tanah
  2. Memperbaiki aerasi dan drainase
  3. Meningkatkan pengikatan antar-partikel
  4. Meningkatkan kapasitas mengikat
  5. Mencegah erosi dan longsor
  6. Merevitalisasi daya olah tanah
Kimia
  1. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK)
  2. Meningkatkan ketersediaan unsur hara
  3. Meningkatkan proses pelapukan bahan mineral
Biologi Menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme tanah seperti fungi, bakteri, serta mikroorganisme menguntungkan lainnya, sehingga perkem- bangannya lebih cepat.

C. Menekan Biaya

biaya produksi pupuk organik
Tidak dapat dipungkiri, para petani umumnya lebih sering menggunakan pupuk anorganik dibandingkan dengan pupuk organik. Menurut mereka, penggunaan pupuk anorganik lebih praktis dari pupuk organik. Selain itu, hasilnya juga lebih cepat dilihat.
Pada akhirnya, petani menjadi ketergantungan dengan pupuk anorganik. Padahal harga dan ketersediaannya di pasaran cenderung berfluktuatif. Pada saat ketersediaan pupuk anorganik sulit ditemukan di pasar, harganya pun menjadi mahal. Namun, para petani terpaksa tetap membelinya karena sudah terbiasa dengan pupuk tersebut. Kondisi seperti ini akan sangat memberatkan beban petani.
Karena itu, diperlukan sosialisasi yang berkesinambungan untuk memperkenalkan petani tentang keunggulan dan keuntungan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik. Selain itu, harga pupuk organik di pasaran biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga pupuk anorganik. Karena itu, penggunaan pupuk organik dapat menekan biaya operasional dan juga meningkatkan hasil panennya.

D. Meningkatkan Kualitas Produk

manfaat pupuk organik untuk tanaman
Pada dasarnya, tanaman yang diberikan pupuk organik bisa lebih berkualitas. Tanaman sayuran yang dipupuk dengan pupuk organik akan lebih segar dan enak, serta daya simpannya lebih lama. Misalnya, wortel organik bisa disimpan selama 3—4 minggu, sedangkan wortel non- organik hanya tahan disimpan 1—2 minggu. Kubis organik bisa tahan disimpan sampai satu minggu, sedangkan kubis non-organik hanya bertahan kurang dari seminggu. Selain tahan lebih lama, kubis organik juga memiliki bobot yang
lebih berat dibandingkan dengan kubis non-organik, yakni sekitar 2 kg/buah. Sementara itu, selada organik bisa tahan disimpan selama tujuh hari, sedangkan selada anorganik hanya tahan disimpan dua hari.
Tanaman buah pun kualitasnya menjadi lebih baik dengan pupuk organik. Tanaman salak yang dipupuk menggunakan pupuk organik dapat menghasilkan buah yang rasanya lebih manis. Selain itu, daya fruitset atau persentase bunga yang menjadi buah jauh lebih banyak. Begitu pula makanan yang diolah dari bahan organik pun daya simpannya lebih tahan lama. Nasi yang diolah dari beras organik bisa tahan selama 24 jam tanpa dimasukkan ke dalam alat pemanas elektrik (rice cooker), sedangkan nasi dari beras anorganik hanya tahan disimpan selama 12 jam. Secara umum keunggulan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel berbagai keunggulan pupuk organik dan anorganik
Jenis Pupuk
Keunggulannya
Pupuk Organik
  1. Mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap, tetapi jumlahnya sedikit.
  2. Dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah menjadi gembur.
  3. Memiliki daya simpan air (water holding capasity) yang tinggi.
  4. Beberapa tanaman yang dipupuk dengan pupuk organik lebih tahan terhadap serangan penyakit.
  5. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan.
  6. Memiliki residual effect yang positif, sehingga tanaman yang ditanam pada musim berikutnya tetap bagus pertumbuhan dan produktivitasnya.
Pupuk Anorganik
  1. Hanya mengandung satu atau beberapa unsur hara, tetapi dalam jumlah banyak.
  2. Tidak dapat memperbaiki struktur tanah, justru penggunaannyadalamjangkawaktu lama menyebabkan fisik tanah menjadi keras.
  3. Dapat membuat tanaman rentan terhadap penyakit.
  4. Pupuk anorganik mudah menguap dan tercuci. Karena itu, pengaplikasian yang tidak tepat akan sia-sia karena unsur hara yang ada hilang akibat menguap atau tercuci air.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

cara membuat pupuk organik cair
Proses pembuatan pupuk organik cair sangat mudah, praktis, dan dapat diaplikasikan untuk seluruh lapisan masyarakat.

A. Cara Membuat Pupuk Organik Cair

  1. Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, sisa ikan, dan daging. Pisahkan dari sampah non-organik seperti sampah plastik, kardus, kertas, bekas minyak, oli, beling, dan air sabun.
  2. Rajang atau potong-potong untuk sampah yang ber- ukuran besar seperti batang tanaman, daun, atau kulit buah yang keras agar pembusukannya berlangsung sempurna.
  3. Siapkan cairan bioaktivator Propuri. Bioaktivator ini berfungsi untuk membantu mempercepat proses pembusukan. Berikut penyiapan larutan bioaktivator Propuri.
    - Siapkan sprayer volume satu liter.
    - Isi sprayer dengan air. Sebaiknya gunakan air sumur karena tidak mengandung kaporit. Namun, jika ingin memakai air PAM, air tersebut harus diendapkan terlebih dahulu selama satu malam. Tujuannya agar kandungan kaporitnya menguap. Pasalnya, kaporit di dalam air bisa mematikan mikroba yang ada di dalam Propuri.
    - Tuangkan Propuri ke dalam sprayer dengan per- bandingan 1 liter air dicampur sebanyak 1—2 tutup botol propuri.
    - Kocok sampai merata. Setelah itu, cairan siap untuk digunakan.
  4. Setelah sampah terkumpul dan dirajang, semprotkan larutan biokativator Propuri hingga merata ke seluruh sampah. Tuangkan ke dalam komposter dan tutup rapat.
  5. Pada awal pemakaian, komposter baru dapat menghasilkan lindi atau pupuk cair setelah dua minggu. Selanjutnya, pemanenan lindi dapat dilakukan setiap 2—3 hari sekali.
    tahapan cara membuat pupuk organik cair
Proses pembuatan pupuk cair menggunakan komposter ini sebenarnya cukup praktis, tetapi ada beberapa tip yang harus diperhatikan demi kenyamanan dan keamanan selama penggunaan komposter.

Tip Pengomposan

Pada saat awal pengomposan, lindi baru bisa dipanen setelah dua minggu. Untuk mempercepat pemanenan lakukan penambahan campuran air beras, gula merah, dan Propuri ke dalam sampah. Ramuan tersebut dapat membantu pemanenan menjadi lebih awal satu minggu.
Pengambilan lindi sebaiknya hanya sebatas keran saja. Sementara itu, lindi yang tertampung di bawah keran sebaiknya tidak perlu diambil. Pasalnya, terkandung cukup banyak mikroba yang sangat membantu pembusukan sampah di dalam komposter.
Jika pengomposan awal sudah dilakukan, selanjutnya sampah baru sudah dapat dimasukkan setiap hari. Setiap memasukkan sampah baru harus dipastikan bioaktivatornya sudah tercampur merata. Untuk mengatasi sampah dalam jumlah banyak, gunakan mesin pencacah untuk memudahkan pengompos.

B. Kendala dan Solusi dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair

a.  Lindi Beraroma Tidak Sedap

Bau lindi sebenarnya tidak terlalu menyengat, asalkan bahan baku sampah yang digunakan hanya dedaunan. Namun, adanya bahan organik berupa nasi, ikan, dan udang dapat menyebabkan hasil pupuk cair atau lindi memiliki aroma yang tidak sedap. Berdasarkan pengalaman, hasil lindi seperti ini sangat baik untuk pemupukan tanaman buah dengan tujuan merangsang buah dan memaniskan buah.
Bau lindi yang tidak sedap tersebut dapat dikurangi dengan menambahkan cairan kapur sirih atau asap cair. Aplikasinya dilakukan di tempat penampungan lindi (setelah panen lindi), bukan di dalam komposter. Dosisnya sekitar 2—3 tutup botol bekas air mineral untuk satu liter lindi. Larutan kapur sirih dibuat dengan mencampurkan satu sendok makan kapur sirih dengan satu liter air, lalu kocok atau aduk.
Sementara itu, asap cair diperoleh dengan cara membakar sekam. Proses penyulingan hasil bakaran tersebut menghasilkan asap cair yang siap digunakan. Dosis asap cair yang digunakan sebanyak 2—3 tutup botol air mineral yang dimasukkan ke dalam tempat penampungan panen lindi.

b.  Adanya Belatung di Dalam Komposter

Sebelum bahan organik atau sampah dimasukkan ke dalam komposter, biasanya lalat sudah menghinggapi sampah tersebut dan bertelur hingga akhirnya menetas di dalam komposter. Adanya belatung sebenarnya dapat membantu mengurai limbah organik di dalam komposter. Namun, ada masyarakat yang tidak menyukai kondisi tersebut.
Untuk menanggulangi adanya belatung bisa dengan menutup pipa kiri dan pipa kanan yang terdapat di sisi luar komposter menggunakan satu lembar plastik, lalu ikat dengan karet gelang. Jangan membuka tutup bagian atas selama 24 jam. Setelah itu, biasanya terjadi kenaikan suhu di dalam komposter sehingga belatungnya mati.
Jika cara di atas dirasa masih kurang efektif, lakukan penyiraman air panas ke dalam komposter secukupnya hingga belatung mati. Setelah didiamkan dan suhu di dalam komposter kembali normal, semprotkan bioaktivator kembalikedalamkompostersecukupnyauntukmerangsang bakteri hidup kembali.

c. Lebih dari Satu Bulan Tidak Mengeluarkan Cairan Lindi

Kendala ini mungkin disebabkan oleh kondisi ujung keran yang mampet atau tersumbat. Cara mengatasinya dengan membuka bagian keran yang berwarna merah atau biru, lalu putar ke kiri. Jika keran sudah terlepas, tetapi tidak keluar juga cairannya, lakukan penyodokan atau pendorongan di bagian keran menggunakan dua batang sapu lidi. Jika cara tersebut masih belum ampuh, kemungkinan besar sampah organik yang dimasukkan berupa daun yang telah kering.
Karena itu, jika di rumah terdapat sampah organik berupa daun kering, sebaiknya jangan digunakan untuk membuat pupuk cair. Pasalnya, daun kering memiliki kadar air yang sangat kecil. Solusinya, dedaunan kering cocok digunakan sebagai bahan baku kompos padat. Caranya, kumpulkan daun kering, lalu semprot dengan bioaktivator Propuri yang sudah diencerkan hingga mengenai seluruh permukaan daun. Setelah itu, masukkan ke dalam karung plastik dan ikat. Biarkan di tempat yang aman serta terlindung dari hujan dan matahari. Setelah satu bulan, hasilnya dapat digunakan sebagai media tanam.

C. Cara Mengaplikasikan Pupuk Organik Cair

Pupuk cair atau lindi yang baru dipanen sebaiknya jangan langsung digunakan. Tambahkan kembali bioaktivator Propuri dengan takaran satu tutup botol untuk 1—2 liter lindi, lalu diamkan selama 2—3 hari agar bakteri yang berada di dalamnya bisa berkembang dengan cepat. Setelah itu, lindi baru bisa diaplikasikan ke tanaman. Lindi yang sudah ditambahkan Propuri dapat disimpan 1—2 bulan. Selama penyimpanan lindi, botol sebaiknya jangan ditutup. Biarkan terjadi sirkulasi udara. Jika langsung ditutup, lindi dapat menghasilkan gas
Berikut cara pengaplikasian lindi ke tanaman.
  1. Campurkan lindi ke dalam air dengan perbandingan 1 :5. Artinya, satu tutup botol lindi dicampur dengan lima botol air. Ukuran botol air sebaiknya disamakan dengan ukuran botol penampung lindi. Jadi, jika larutan lindi ditampung dalam botol berukuran 1.500 ml, air pun ditakar menggunakan botol berukuran 1.500 ml.
  2. Siramkan lindi ke tanaman, baik sayuran, tanaman buah, dan tanaman hias. Penyiraman dengan pupuk cair ini dapat dilakukan seminggu sekali.
  3. Larutan ini dapat disimpan apabila dalam satu kali pemakaian masih tersisa. Namun, dari pengalaman penulis, larutan pupuk cair ini biasanya habis dalam satu kali pemakaian. Sebagai gambarannya, campuran 10 liter lindi dengan 50 liter air cukup untuk satu kali pemakaian di kebun sayuran berukuran 10 x 10 meter.
    cara mengaplikasikan pupuk organik cair

Cara Membuat Komposter Pupuk Organik

cara membuat komposter pupuk organik
Tingginya tumpukan sampah di berbagai tempat dapat disebabkan belum adanya pengelolaan dan pemisahan sampah dari masyarakat. Tidak banyak warga yang menggunakan tempat sampah yang berbeda fungsi untuk memisahkan berbagai jenis sampah. Misalnya, menggunakan tong sampah biru untuk sampah basah (organik) dan tong sampah oranye untuk sampah kering (non-organik).
Masyarakat sebenarnya dapat berperan serta mengurangi efek negatif sampah dengan memisahkan sampah organik dan non-organik yang dimulai dari dalam rumah. Pengolahan sampah sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sesuatu yang lebih bermanfaat. Sampah kering dapat didaur ulang menjadi berbagai macam kerajinan. Sementara itu, sampah basah dapat dimanfaatkan menjadi kompos dan pupuk cair. Pupuk cair memiliki berbagai manfaat. Selain untuk pupuk, pupuk cair juga bisa menjadi aktivator untuk pembuatan kompos.

A. Apa itu Komposter?

Komposter merupakan suatu alat yang digunakan untuk membuat pupuk cair. Komposter dapat berupa tong sampah plastik atau kotak semen yang biasanya diletakkan di dalam atau di luar ruangan. Secara sederhana, komposter dapat dibuat sendiri menggunakan tong plastik bekas yang dimodifikasi.
Ukuran komposter dapat disesuaikan dengan skala limbah. Untuk skala limbah keluarga kecil dapat menggunakan komposter berukuran 20—200 liter. Sementara itu, untuk skala besar seperti limbah rumah makan atau rumah sakit dapat menggunakan komposter berukuran 200 liter.
Komposter memiliki instalasi untuk sirkulasi udara di dalamnya sehingga dapat membantu proses pengomposan aerob dan mempercepat proses penguraian sampah. Selain itu, komposter juga mampu menjaga kelembapan dan suhu sehingga bakteri dan jasad renik dapat bekerja mengurai bahan organik secara optimal. Komposter juga memungkinkan aliran lindi terpisah dari material padat sehingga memudahkan untuk mendapatkan pupuk cair.
Bersama dengan aktivator kompos seperti organik dekomposer, EM, dan Green Phoskko, sampah sisa rumah tangga dapat diubah menjadi kompos hanya dalam waktu 10—12 hari. Khusus untuk pembuatan pupuk cair dari limbah organik rumah tangga ini perlu digunakan bio- aktivator, seperti Propuri. Fungsi Propuri memang sama dengan aktivator lainnya, tetapi sedikit lebih praktis dalam penggunaannya. Untuk memperoleh Propuri, Anda bisa menghubung penulis. Berikut langkah-langkah membuat komposter skala rumah tangga dengan ukuran 20 liter.

B. Alat dan Bahan Membuat Komposter

a. Alat

- Gergaji        - Bor
- Meteran       - Cutter
- Pensil          - Gunting
- Lem paralon
alat membuat komposter pupuk organik

b. Bahan

— 1 buah tong plastik ukuran 20 liter
— 2 buah pipa paralon dengan panjang 14 cm dan diameter 1 inch
— 2 buah pipa paralon dengan panjang 10 cm dan diameter 1 inch
— 1 buah pipa paralon dengan panjang 9 cm dan diameter 1 inch
— 2 buah pipa paralon dengan panjang 1 cm dan diameter 1 inch
— 2 buah sambungan pipa berbentuk T
— 1 buah keran plastik
— Kasa plastik secukupnya
bahan membuat komposter pupuk organik

C. Cara Membuat Komposter Pupuk Organik

a. Persiapan Pembuatan

  • Buat dua lubang di sisi kanan dan kiri tong menggunakan bor. Untuk tong berukuran 20 liter, lubang berada di ketinggian 28 cm dari alas tong. Diameter lubang harus sama dengan diameter pipa paralon. Kedua lubang ini berfungsi sebagai lubang udara.
  • Buat satu lubang lagi di antara kedua lubang tong yang telah dibuat, posisi lubang ketiga ini harus lebih rendah dari lubang sebelumnya atau sekitar 10 cm dari alas tong.
  • Untuk pipa, potong-potong pipa berdiameter 1 inch sesuai ukuran yang diinginkan. Buat lubang-lubang kecil di badan pipa paralon 14 cm dan pipa paralon 10 cm. Bungkus badan pipa yang berlubang tersebut dengan kasa plastik, hingga tertutup rapi.
    melubangi tangki pembuatan komposter pupuk organik


b. Instalasi Komposter

  • Pasang keran plastik ke dalam lubang yang paling bawah (terletak di ketinggian 10 cm dari alas tong). Selalu gunakan seal yang telah tersedia agar tidak terjadi kebocoran. Kencangkan ulir keran plastik.
  • Untuk pipa, sambungkan pipa 9 cm dan kedua pipa 10 cm ke dalam sambungan T. Instalasi ini tidak perlu diberi perekat atau lem untuk memudahkan pelepasan apabila sewaktu-waktu terjadi kebocoran.
  • Tempatkan instalasi tersebut ke dalam komposter dengan salah satu pipa 10 cm mengarah ke lubang yang telah dipasangi keran plastik. Jadi, pipa 9 cm mengarah ke bawah dan pipa 10 cm lainnya mengarah ke atas.
  • Rangkai instalasi udara dengan menempatkan kedua pipa 14 cm ke dalam lubang bagian atas (terletak di ketinggian 28 cm dari alas tong).
  • Pasangkan sambungan T untuk setiap ujung pipa yang bertemu (antara kedua pipa 14 cm dan pipa 10 cm).
  • Tutup kedua ujung pipa yang mencuat keluar sekitar 3 cm menggunakan kasa plastik. Potong kasa plastik membentuk lingkaran dengan diameter sekitar 1 cm lebih panjang dari diameter pipa.
  • Terakhir, tempelkan kasa lalu beri lem perekat di sekitar ujung pipa. Atur hingga tertutup rapi dengan penutup pipa. Gunting bagian kasa yang paling luar.
    instalasi tangki pembuatan komposter pupuk organik

    Penting!

    Komposter skala rumah tangga ini dirancang dengan bentuk yang praktis untuk diletakkan di dalam ruangan. Namun, bau tidak sedap dari gas metan yang dihasilkan selama proses pembusukan bisa mengganggu kenyamanan lingkungan di dalam ruangan atau rumah.Karena itu, satu lubang udara komposter sebaiknya disambungkan lagi dengan pipa paralon yang dipasang menuju arah luar ruangan sehingga bau tidak sedap tadi bisa langsung "terlepas" ke udara bebas.


Apa Saja Kandungan Pupuk Organik yang Menyuburkan?

kandungan pupuk organik
Kesuburan tanah secara alami bergantung pada unsur-unsur kimia yang tersedia di alam. Unsur-unsur kimia alami yang terangkai menjadi bahan organik merupakan bahan penting dalam membantu menciptakan kesuburan tanah. Bahan organik tanah memiliki banyak kegunaan, di antaranya mempertahankan struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah untuk menyimpan dan mendistribusikan air dan udara di dalam tanah, serta memberikan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman dan organisme di dalam tanah. Kandungan bahan organik tanah sangat dipengaruhi oleh tekstur iklim dan pengairan lingkungan.
Bahan organik yang ditransformasi menjadi pupuk sangat berperan untuk perbaikan sifat fisik dan kimia tanah. Pengaruhnya bagi sifat fisik tanah ditunjukkan dengan kemampuannya dalam merangsang granulasi, menurunkan plastisitas dan kohesi, serta meningkatkan kemampuan menahan air. Pada sifat kimia tanah, peran bahan organik adalah mem- bantu menyediakan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, belerang, dan kation. Walaupun bisa membantu, pupuk organik bersifat bulky dengan kandungan hara makro dan mikronya relatif rendah sehingga dalam aplikasinya diperlukan dalam jumlah banyak. Mari kita bahas apa saja kandungan pupuk organik yang menyuburkan.

A. Unsur Hara Makro daalam Pupuk Organik

a. Nitrogen

Unsur nitrogen atau N merupakan unsur hara di dalam tanah yang sangat berperan bagi pertumbuhan tanaman. Transformasi nitrogen sangat kompleks. Lebih dari 98% unsur N di dalam tanah tidak tersedia untuk tanaman akibat terakumulasi di dalam bahan organik atau terjerat dalam mineral liat. Karena itu, penggunaan bahan organik yang sudah ditransformasi menjadi pupuk dapat membantu menyediakan N bagi tanaman.
Suplai unsur N melalui pemupukan sangat diperlukan karena N merupakan unsur yang paling banyak hilang dari lahan setelah dipanen. Pasalnya, tanaman yang kekurangan N akan terus mengecil, bahkan secara cepat berubah menjadi kuning karena N yang tersedia tidak cukup untuk membentuk protein dan klorofil. Selain itu, kekurangan klorofil akan menyebabkan berkurangnya kemampuan tanaman untuk memproduksi karbohidrat. Sementara itu, kekurangan protein dapat mempengaruhi pertumbuhan sel vegetatif. Padahal, protein berperan penting sebagai katalisator dan pengatur metabolisme.

b. Fosfor

Selain unsur N, bahan organik juga membantu menyediakan unsur fosfor atau P. Unsur P merupakan zat yang penting, tetapi biasanya selalu dalam keadaan kurang di dalam tanah. Unsur P sangat penting sebagai sumber energi. Karena itu, kekurangan unsur P dapat menghambat pertumbuhan maupun reaksi metabolisme tanaman
Sementara itu, kandungan fosfor pada tanaman membantu dalam pertumbuhan bunga, buah dan biji, serta mempercepat pematangan buah. Jika tanaman kekurangan unsur ini biasanya menyebabkan mengecilnya daun dan batang, perubahan warna daun menjadi hijau tua keabu-abuan, mengilat, dan terlihat pigmen merah di daun bagian bawah. Selain itu, pembentukan bunga terhambat dan produksi buah atau bijinya kecil. Kondisi tersebut lama- kelamaan menyebabkan tanaman mati.

c.  Kalsium

Penyerapan air sangat dibantu oleh kalsium. Kalsium juga berperan dalam mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang. Kalsium bisa digunakan untuk menetralkan kondisi senyawa dan kondisi tanah yang merugikan. Kekurangan unsur ini dapat menghambat pertumbuhan pucuk, ranting, dan batang tanaman. Bahkan, jika kekurangannya parah, ujung akar dan akar rambut akan mati sehingga pada akhirnya tanaman mati.

d.  Kalium

Kalium berfungsi dalam pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu, unsur ini juga berperan penting dalam pembentukan antibodi tanaman untuk melawan penyakit. Ciri fisik tanaman yang kekurangan kalium yaitu daun tampak keriting dan mengilap. Lama-kelamaan, daun akan menguning di bagian pucuk dan pinggirnya. Bagian antara jari-jari daun juga menguning. Sementara itu, jari- jarinya tetap hijau. Ciri fisik lain kekurangan unsur ini adalah tangkai daun menjadi lemah sehingga mudah terkulai dan kulit biji keriput.

e.  Belerang

Belerang merupakan unsur penting kedua setelah nitrogen dalam pembentukan asam amino. Unsur ini juga membantu proses pertumbuhan lainnya, seperti pembentukan bintil akar, pertumbuhan tunas, dan pembentukan hijau daun (klorofil). Tanaman yang kekurangan unsur ini yaitu daun mudanya mengilap agak keputihan, selanjutnya akan berubah menjadi kuning hijau. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Bahkan, tanaman akan kerdil, kurus, dan batangnya pendek.

B. Unsur Hara Mikro dalam Pupuk Organik

unsur hara pupuk organik
Unsur hara mikro merupakan unsur-unsur kimia alam yang juga berperan dalam proses pertumbuhan tanaman. Unsur ini memang hanya diperlukan tanaman dalam jumlah yang sedikit, tetapi kekurangan unsur ini tidak bisa digantikan oleh unsur lainnya.
Unsur hara mikro di antaranya klor (Cl). Klor bermanfaat untuk membantu meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman. Selain itu, terdapat unsur besi atau ferum yang berperan dalam proses fisiologis tanaman, seperti proses pernapasan dan pembentukan zat hijau daun (klorofil). Unsur mikro lain yang diperlukan tanaman di antaranya mangan, boron, kobal, iodium, seng, selenium, molibdenum, flour, dan tembaga. Kadar dari kandungan unsur hara pupuk organik pun telah diberikan standar oleh bank dunia.

Tabel 1. Standar kualitas pupuk organik menurut bank dunia, internasional, PT Pusri, dan pasar

Parameter Kualitas
Satuan
Standar Kualitas
Bank
Dunia
Internasional
PT
Pusri
Pasar
Kadar air % berat kering < 45 < 25 - < 20
Kualitas Kadar humus Dimensionless - < 40
Fisik pH Dimensionless - ± 7,5 - ± 7,5
Bau Dimensionless - Bau tanah -
Bau tanah
Nitrogen % berat kering - - > 2,12 > 2.30
Fosfor % berat kering - > 6,00 > 1,30 > 1,60
Kalsium % berat kering - - > 0,97 > 1,00
Kadar Kalium % berat kering - - > 2,00 > 2,40
Unsur Magnesium % berat kering - - > 3,19 > 3,25
Hara Belerang % berat kering - - > 0,01 > 0,02
Molibdenum % berat kering - - > 0,05 > 0,10
Boron % berat kering - - > 0.09 > 0,10
C/N ratio Dimensionless < 20 < 20 - -
Parameter Kualitas
Satuan
Standar Kualitas
Bank
Dunia
Internasional
PT Pusri
Pasar
Kadar
Logam
Berat
Arsenic mg/kg berat kering -
< 10
< 10
Cadmium mg/kg berat kering < 3 - < 3
Chromium mg/kg berat kering < 45
< 45
< 45
Tembaga mg/kg berat kering < 150 < 150 - < 150
Merkuri mg/kg berat kering < 1 - < 1
Nikel mg/kg berat kering -
< 50
<50
Timbal mg/kg berat kering < 150 < 150 < 150
Seng mg/kg berat kering < 400 < 400 - < 400
Kualitas
Biologi
Koliform MPN/g - < 1.000 - -
Salmonella sp. MPN/g - < 3 - -

Tabel 2. Standar kualitas pupuk organik menurut Kementerian Pertanian

No.
Parameter
Satuan
Kandungan
1.
C-organik % Padat Cair
2.
C/N rasio % Minimum 15 12-25
3.
Bahan ikutan (kerikil, beling, pasir) % Maksimum 2 -
4. Kadar air ppm Minimum 20 Maksimum 35
5.
Kadar logam berat
Pb
Cd
Hg
As
ppm
ppm
ppm
ppm
< 100 < 20 < 2 < 20 < 100 < 20 < 2 < 20
6. pH 4-8 4-8
7.
Kadar total (N+P2O5+K2O) % Dicantumkan Dicantumkan
8. Mikroba Patogen (E.coli, Salmonella sp.) sel/ml Dicantumkan Dicantumkan
9.
Kadar unsur mikro (Zn, Cu,Fe, Co, Mn) ppm Dicantumkan Dicantumkan

Apa Itu Pupuk Organik dan Kegunaannya?

A. Pengertian Pupuk Organik


apa itu pupuk organik
Apa Itu Pupuk Organik dan Kegunaannya? Pupuk merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk menyediakan unsur hara yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Penggolongan pupuk umumnya didasarkan pada sumber bahan yang digunakan, cara aplikasi, bentuk, dan kandungan unsur haranya. Berdasarkan bentuknya, pupuk organik dibedakan menjadi dua, yakni pupuk cair dan padat. Pupuk cair adalah larutan yang berisi satu atau lebih pembawa unsur yang dibutuhkan tanaman yang mudah larut. Kelebihan pupuk cair adalah mampu memberikan hara sesuai kebutuhan tanaman. Selain itu, pemberiannya dapat lebih merata dan kepekatannya dapat diatur sesuai kebutuhan tanaman. Apa saja jenis pupuk organik dan kegunaannya?
Berdasarkan sumber bahan yang digunakan, pupuk dapat dibedakan menjadi pupuk anorganik dan pupuk organik. Pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan
mineral dan telah diubah melalui proses produksi di pabrik sehingga menjadi senyawa kimia yang mudah diserap tanaman.
Sementara itu, pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik atau mahluk hidup yang telah mati. Bahan organik ini akan mengalami pembusukan oleh
mikroorganisme sehingga sifat fisiknya akan berbeda dari semula. Pupuk organik termasuk pupuk majemuk lengkap karena kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur
dan mengandung unsur mikro. Jika dilihat dari bentuknya, pupuk organik dibedakan menjadi dua, yakni pupuk organik padat dan cair.

a. Pupuk Organik Padat

Pupuk organik padat adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang berbentuk padat. Dari bahan asalnya, pupuk organik padat dibedakan lagi menjadi pupuk kandang, humus, kompos, dan pupuk hijau.

1. Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang bahan dasarnya berasal dari kotoran ternak, baik kotoran padat maupun campuran sisa makanan dan air kencing ternak. Hampir semua kotoran hewan dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk kandang. Kotoran hewan seperti kambing, domba, sapi, dan ayam merupakan kotoran yang paling sering digunakan untuk dijadikan pupuk kandang.
Pupuk kandang tidak hanya membantu pertumbuhan, tetapi juga dapat membantu menetralkan racun logam berat di dalam tanah. Selain itu, pupuk kandang dapat memperbaiki struktur tanah, membantu penyerapan hara, dan mempertahankan suhu tanah. Pupuk kandang yang telah siap digunakan memiliki ciri dingin, remah, wujud aslinya sudah tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang belum bisa digunakan. Para petani biasanya menggunakan pupuk kandang dengan cara disebar dan dibenamkan. Namun, penggunaan yang paling baik adalah dengan cara dibenamkan. Pasalnya, penguapan unsur hara akibat proses kimia dalam tanah dapat dikurangi.

2. Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan pupuk yang berasal dari tanaman atau bagian tanaman tertentu yang masih segar, lalu dibenamkan ke dalam tanah. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk pupuk hijau adalah daun, tangkai, dan batang yang masih muda. Umumnya, semua jenis tanaman bisa dijadikan sebagai pupuk hijau. Namun, jenis tanaman
yang paling bagus untuk pupuk hijau adalah jenis tanaman yang akarnya bersimbiosis dengan mikroorganisme pengikat nitrogen (legum). Pupuk hijau bermanfaat untuk meningkatkan bahan organik tanah dan unsur hara, khususnya nitrogen.

3. Kompos

Kompos berasal dari sisa bahan organik, baik dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami dekomposisi atau fermentasi. Pada dasarnya, pupuk kandang dan pupuk hijau merupakan bagian dari kompos. Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, sekam padi, pelepah pisang, gulma, sayuran busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa. Sementara itu, bahan dari hewan ternak yang sering digunakan untuk kompos di antaranya kotoran ternak, urine, pakan ternak yang terbuang, dan cairan biogas.

4. Humus

Humus merupakan hasil dekomposisi tumbuhan berupa daun, akar, cabang, ranting, dan bahan secara alami. Proses dekomposisi ini dipengaruhi oleh cuaca di atas permukaan tanah dan dibantu oleh mikroorganisme tanah. Antara humus dengan pupuk hijau sebenarnya memiliki kemiripan. Perbedaannya hanya terletak pada prosesnya. Humus terbentuk secara alami dan sebagian besar terjadi di hutan. Sementara itu, pupuk hijau terbentuk dengan bantuan “campur tangan” manusia.

b. Pupuk Organik Cair

pupuk organik cair
Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah mampu mengatasi defisiensi hara secara cepat, tidak bermasalah dalam pencucian hara, dan juga mampu menyediakan hara secara cepat.
Jika dibandingkan dengan pupuk anorganik, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman meskipun sudah digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan ke permukaan tanah bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman.

B. Klasifikasi Pupuk Organik Cair

a. Pupuk Kandang Cair

Seperti halnya pupuk yang padat, pupuk kandang cair juga bisa berasal dari kotoran hewan. Namun, pupuk kandang cair berasal dari urine ternak. Berikut kandungan hara makro yang terdapat dalam beberapa jenis kotoran padat dan cair ternak.
Tabel 3. Kandungan hara makro kotoran padat dan cair beberapa
jenis ternak

Dari tabel 3 dapat diketahui perbandingan kandungan makro antara kotoran hewan yang berbentuk padat atau cair. Pada kotoran padat ternyata kandungan nitrogen dan kaliumnya lebih kecil dibandingkan dengan jumlah persentase di dalam kotoran cair.
Sebenarnya, pupuk kandang cair dapat digunakan bersamaan dengan kotoran padat atau pupuk hijau. Pemberian pupuk kandang cair paling baik diberikan pada tanaman yang sedang dalam masa vegetatif dan masa perkembangbiakan. Pasalnya, tanaman sedang banyak membutuhkan nutrisi pada masa perkembangbiakan.
Selain itu, penggunaan pupuk kandang cair sebaiknya tidak dilakukan sebelum tanaman ditanam. Alasannya, pupuk kandang cair mudah hilang menguap dan tercuci air
hujan.

b. Biogas

Gabungan dari fermentasi bahan organik cair dengan bahan organik padat dikenal dengan istilah biogas. Bahan baku pembuatannya berasal dari manusia, hewan, dan
tumbuhan. Pada dasarnya penggunaan biogas memiliki keuntungan ganda, yaitu gas metana yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai bahan bakar. Selain itu, limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan sebagai residu bisa digunakan sebagai pupuk. Menurut sebuah penelitian, penggunaan limbah biogas secara rutin mampu meningkatkan produksi padi secara berkesinambungan. Lain halnya dengan pupuk kimia sintetis yang dapat menurunkan produksi apabila digunakan secara terus-menerus.
Biogas sendiri sudah bisa dipastikan takaran pemakaiannya. Berdasarkan perhitungan ekonomi dari pemakaian biogas membuktikan penggunaan 30 kg dapat membantu menghasilkan produksi padi sebanyak 4.4 ton per hektare.

c. Pupuk Cair Limbah Organik

Pada dasarnya, limbah cair dari bahan organik bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. Sama seperti limbah padat organik, limbah cair banyak mengandung unsur hara, khususnya NPK dan bahan organik lainnya. Penggunaan pupuk dari limbah ini dapat membantu memperbaiki struktur dan kualitas tanah.
Dari sebuah penelitian di Cina menunjukkan penggunaan limbah cair organik mampu meningkatkan produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan bahan organik lainnya. Rata-rata hasil tanaman yang menggunakan pupuk limbah cair organik meningkat 11% dibandingkan dengan pupuk organik lain. Bahkan di Cina, penggunaan pupuk kimia sintetik untuk pupuk dasar mulai “tergeser” dengan keunggulan pupuk cair organik.
Sebelum melakukan penanaman, petani di Cina mencampurkan limbah organik cair dengan tanah di areal persawahan dengan dosis 23 ton/hektare setiap tiga hari. Sementara itu, penggunaan pupuk kimia hanya sebagai pupuk lanjutan yang pengaplikasiannya dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 1. Perbandingan ini mampu memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan hasil.

d. Pupuk Cair Limbah Manusia

Pupuk cair dari kotoran manusia sebenarnya merupakan campuran antara kotoran manusia dan cairan yang keluar bersamaan dengan kotoran manusia. Kotoran manusia merupakan komponen utama dari limbah cair organik rumah tangga. Kandungan haranya berbeda-beda tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsinya. Di negara Asia Timur seperti Cina, Taiwan, Korea, dan Jepang, pemanfaatan kotoran manusia sebagai pupuk organik telah lama dikembangkan secara tradisional. Bahkan di Cina, telah ada cara khusus untuk mengumpulkan kotoran manusia. Untuk memanfaatkan kotoran manusia menjadi pupuk dilakukan dengan teknik pengolahan yang sederhana tanpa melalui biogas.
Caranya, kotoran manusia yang akan dibuat kompos dikumpulkan serta dicampur dengan jerami dan sampah organik lainnya. Setelah itu, bahan-bahan tersebut ditimbun beberapa minggu agar terjadi fermentasi. Komposisi kotoran manusia tersusun atas air (66—80%), senyawa organik ( 88—97%), nitrogen (5—7%), fosfor (3—5,4%), kalium (1—2,5%), karbon (40—55%), kalsium (4—5%), dan C/N rasio (5—10).

e. Effective Microorganism (EM)

Banyak ahli yang berpendapat bahwa Effective Microorganism (EM) bukan digolongkan ke dalam pupuk, EM merupakan bahan yang membantu mempercepat proses pembuatan pupuk organik dan meningkatkan kualitasnya. Selain itu, EM juga bermanfaat memperbaiki struktur dan tekstur tanah menjadi lebih baik, serta menyuplai unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Karena itu, penggunaan EM bermanfaat untuk membuat tanaman menjadi lebih subur, sehat, dan relatif tahan terhadap serangan hama penyakit. Berikut beberapa manfaat EM bagi tanaman dan tanah.
  1. Menghambat pertumbuhan hama dan penyakit tanaman di dalam tanah.
  2. Membantu meningkatkan kapasitas fotosintetis tanaman.
  3. Membantu penyerapan dan penyaluran unsur hara dari akar ke daun.
  4. Meningkatkan kualitas bahan organik sebagai pupuk.
  5. Meningkatkan kualitas pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.
Mikroorganisme yang terdapat di dalamnya secara genetika bersifat asli, bukan rekayasa. Umumnya, EM dapat dibuat sendiri menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat. Ada pun cara pembuatan EM sebagai berikut.

Bahan Membuat Pupuk Organik EM

  • 2 liter susu sapi atau susu kambing murni
  • ½ kg terasi (terbuat dari kepala atau kulit udang atau kepala ikan)
  • 1 kg gula pasir
  • 1 kg bekatul
  • 1 buah nanas
  • 10 liter air bersih
  • Usus ayam atau usus kambing secukupnya Alat
  • Panci
  • Kompor
  • Blender atau parutan untuk menghaluskan nanas.

Cara Pembuatan Pupuk Organik EM

  • Haluskan buah nanas dengan blender. Setelah itu, campurkan terasi, bekatul, gula pasir, dan air bersih di dalam panci. Masak hingga mendidih, lalu dinginkan.
  • Tambahkan susu, usus ayam, kambing, atau sapi. Aduk hingga tercampur merata.
  • Tutup rapat-rapat campuran tersebut selama 12 jam atau satu hari. Bila sudah siap jadi akan menjadi kental atau lengket.
  • Jangan gunakan susu yang telah basi karena kemampuan bakteri di dalamnya sudah berkurang. Nanas bermanfaat untuk menghilangkan bau dari hasil proses bakteri.
  • Ciri-ciri keberhasilan pembuatan EM apabila muncul gelembung-gelembung di permukaan bahan.
Demikian penjelasan mengenai  Apa Itu Pupuk Organik dan Kegunaannya. Silakan baca juga artikel lainnya Cara Membuat Pupuk Organik Cair.
----------------------------------------------------------