Bisnis Pembibitan Durian Teknik Sambung

A. Prosepk Bisnis Pembibitan Durian

bisnis pembibitan durian teknik sambung
Bisnis Pembibitan Durian Teknik Sambung. Durian merupakan salah satu buah primadona Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar yang baik. Meskipun banyak durian impor yang masuk ke Indonesia, durian lokal tetap menguasai pasar karena keunggulan rasanya yang khas. Tidak heran, jika budi daya durian lokal tetap menjadi primadona di kalangan petani hortikultura. Kondisi ini memberikan peluang tersendiri untuk berbisnis bibit durian lokal unggul.
Salah satu cara pembibitan durian yang banyak digunakan adalah teknik sambung pucuk. Pembibitan dengan teknik ini dapat menghasilkan bibit unggul dalam waktu singkat. Pasalnya, proses pembibitan dapat dilakukan pada tanaman batang bawah yang berumur dua bulan dengan tingkat keberhasilan tinggi (80%). Selain itu, teknik sambung pucuk dapat membantu dalam mempertahankan dan meningkatkan mutu genetik durian lokal Indonesia.

B. Persiapan Lokasi dan Perlengkapan Pembibitan Durian

  1. Pilih lokasi pembibitan batang bawah yang memenuhi kriteria syarat tumbuh durian. Beberapa syarat tumbuh durian yang harus dipenuhi di antaranta terletak di ketinggian tempat 400—600 m dpl, curah hujan 1.500—2.500 mm/tahun, suhu 22—29° C, dan pH tanah 6—7. Pastikan lahan dekat dengan sumber air untuk mempermudah proses penyiraman.
  2. Siapkan alat tanam berupa cangkul, gembor, dan sprayer. Selain itu, siapkan juga alat untuk melakukan teknik sambung, seperti pisau cutter dengan lebar 1 cm atau silet, plastik kemasan transparan untuk pengikat dengan ketebalan 0,003 mm, dan pelepah pisang.
  3. Siapkan polibag berukuran 20 x 25 cm yang berisi media tumbuh berupa tanah (top soil), arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
  4. Siapkan biji durian yang berasal dari durian unggul yang matang.
  5. Tetapkan pohon induk durian sebagai sumber mata tunas. Untuk menghasilkan bibit unggul yang bersertifikasi, gunakan pohon induk yang telah terdaftar di BPSB TPH setempat. Sebaiknya, empat bulan sebelum proses sambung, pohon induk harus dipangkas terlebih dahulu agar diperoleh mata tunas sambungan dalam jumlah banyak.
  6. Siapkan rumah paranet dengan naungan 60%.
  7. Siapkan fungisida dan insektisida butiran untuk mencegah serangan cendawan dan semut

C. Persiapan Bahan Perbanyakan Durian

a. Batang Bawah

  1. Pilih biji durian yang masih segar, bentuk sempurna, seragam, tidak kempes, berukuran sedang, dan tidak terdapat luka atau rusak akibat serangan hama. Pastikan biji tersebut berasal dari tanaman durian yang terbukti mampu beradaptasi dengan kondisi agroklimat setempat.
  2. Bersihkan biji dari daging buah yang melekat. Angin-anginkan di tempat teduh yang terhindar dari sinar matahari langsung.
  3. Sementara itu, buat bedeng semai dengan ukuran lebar 80 cm, tinggi 15 cm, dan panjang menyesuaikan dengan kontur. Tanam biji dengan cara membenamkannya ke dalam tanah dengan posisi pusar (hilum) menghadap ke bawah. Beri jarak 15—20 cm untuk penanaman berikutnya.
  4. Tambahkan fungisida dan insektisida butiran dengan dosis sesuai anjuran.
  5. Buat naungan menggunakan daun pisang atau paranet untuk menaungi bibit selama satu bulan.
  6. Siram bibit batang bawah secara teratur 2—3 hari sekali.
  7. Setelah berumur satu bulan dan kotiledon yang menempel pada bibit terlepas, lakukan seleksi bibit dan pindahkan ke dalam polibag.
  8. Pilih bibit yang memiliki pertumbuhan baik, terlihat dari jumlah daun, warna daun, tinggi batang, dan keadaan akar yang normal. Sementara itu, pisahkan bibit apkir yang memiliki pertumbuhan abnormal seperti batang bengkok, rasio panjang akar dan tinggi batang tidak seimbang, terserang hama dan penyakit, serta daun telihat roset atau mengecil.
  9. Pindahkan bibit sehat yang dipilih ke dalam polibag yang berisi media tanam.
  10. Simpan bibit di bawah naungan paranet 60%.
  11. Siram dengan teratur serta lakukan pengendalian hama dan penyakit jika diperlukan.
  12. Setelah bibit berumur dua bulan, bibit siap untuk dijadikan batang bawah dalam teknik sambung pucuk.
b. Tunas Sambung
  1. Pilih tunas pucuk dari ranting yang tegak atau ranting dengan maksimum kemiringan 45 derajat. Pastikan tangkai pucuk bernas sepanjang 12 cm.
  2. Buang daun-daun yang berada di sekitar pucuk, sisakan tiga helai daun berupa dua helai pucuk teratas dan satu helai daun di bawahnya. Potong daun tersebut hingga menyisakan sepertiga bagian daun.
  3. Jika menggunakan pucuk yang tidak dorman, maka pilih ranting yang lebih panjang. Pasalnya, bagian pucuk yang tidak dorman harus dipotong. Selanjutnya, beri perlakuan yang sama seperti yang tersebut di atas.
  4. Segera gunakan ranting tunas sambung setelah dipotong. Tunas dapat disimpan menggunakan batang pisang atau dikemas dalam kardus yang dilapisi kertas koran basah maksimum 4—5 jam.

D. Tahapan Teknik Penyambungan Pembibitan Durian

  1. Potong batang bawah durian membentuk celah huruf  V tepat di bawah kotiledon menempel. Setelah itu, runcingkan bagian ujung tunas sambung membentuk huruf V yang disesuaikan dengan bentuk celah batang bawah.
  2. Sisipkan ranting tunas sambung ke dalam celah batang bawah. Pastikan kedua batang menyatu dengan sempurna dan tidak ada rongga di antara keduanya.
  3. Ikat sambungan dengan kencang menggunakan lembaran plastik yang telah disediakan. Tujuannya, agar tidak terdapat rongga udara sebagai jalan masuk air dan penyakit yang dapat menggagalkan proses penyambungan batang bawah dan tunas sambung.
  4. Simpan tanaman yang telah disambung di bawah sungkup plastik dan naungan 50—60%. Sungkup dibuat dari rangka bambu yang dilapisi plastik atau paranet dengan tinggi minimum 1,6 meter agar pemeliharaan mudah dilakukan. Sebelum menyimpan bibit dalam sungkup, taburi kapur tembok di atas permukaan tanah. Tujuannya, untuk menetralisir pH tanah dan mencegah serangan cendawan.
  5. Setelah bibit tersusun rapi di dalam sungkup, semprotkan fungisida di sekitar bibit durian sambungan. Tutup sungkup hingga rapat agar penyemprotan berfungsi maksimal.

E. Pemeliharaan Bibit Durian Hasil Sambung Pucuk

  1. Amati pertumbuhan tanaman pada hari ketiga. Jika terdapat tanaman yang terserang cendawan, ulangi penyemprotan fungisida pada pagi atau sore hari.
  2. Lakukan pengamatan rutin dengan interval empat hari sekali hingga bibit berumur 14—30 hari setelah penyambungan. Semprotkan fungisida jika terdapat serangan cendawan.
  3. Buka sungkup setelah 30 hari sejak proses penyambungan. Selama penyungkupan, bibit tidak perlu disiram karena kelembapan dalam sungkup cukup tinggi. Penyiraman pada tahap ini hanya akan memicu serangan penyakit.
  4. Setelah sungkup dibuka, siram bibit seperlunya saja pada pagi atau sore hari. Usahakan bibit tidak dalam keadaan basah ketika matahari terbenam. Pasalnya, keadaan ini dapat memicu serangan cendawan.
  5. Lakukan seleksi bibit yang tumbuh sehat.
  6. Pindahkan bibit hasil seleksi ke dalam polibag yang berukuran lebih besar (20 cm x 25 cm atau 20 cm x 30 cm). Gunakan media tanam berupa tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Tambahkan pula insektisida butiran, kapur pertanian, dan pupuk SP-36 secukupnya.
  7. Pasang ajir setinggi 80 cm untuk mengikat bibit agar tidak tumbuh bengkok dan mudah rebah. Pada fase tersebut, ikatan sambungan dapat dilepas.
  8. Setelah bibit berumur dua bulan, berikan pupuk ZA yang dilarutkan dalam air dengan dosis 2 g/liter air. Selingi dengan penggunaan pupuk NPK dengan takaran yang sama.
  9. Lakukan penjarangan naungan secara bertahap sampai bibit siap untuk disalurkan.
--------
Kriteria Bibit Durian Unggul
Sifat Utama
Rasa daging buah : manis dan memiliki rasa yang khas
Ketebalan daging : tebal
Ukuran biji          : kecil dan kempes
Warna daging      : kuning sampai jingga
Kadar air daging : rendah
Tekstur daging    : halus, sedikit berserat
Ukuran buah       : besar
Aroma                : kuat merangsang
Kulit buah           : tipis dan mudah dibuka saat matang
Jumlah juring       : 5—6 juring sempurna
Sifat Penunjang
  1. Struktur pohon kokoh, percabangan merata, dan tajuk berbentuk bulat.
  2. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun.
  3. Tahan terhadap hama penggerek batang dan beberapa penyakit yang disebabkan cendawan.
  4. Mudah diperbanyak secara vegetatif.
  5. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap perlakuan budi daya yang diberikan.

E. Kendala dan Solusi Bisnis Pembibitan Durian


Kendala
Solusi
Kegagalan proses penyambungan
  1. Lakukan penyambungan dengan teliti dan steril. Gunakan cutter atau silet yang tajam dan terbebas dari karat.
  2. Lakukan proses pada pagi atau sore hari agar tunas pucuk tidak cepat layu.
Sulit mendapatkan tunas sambung batang atas Mencari penyedia tunas pucuk yang terpercaya dan telah tersertifikasi. Biasanya, sumber tunas pucuk tersedia di Balai Benih Induk.
Tingginya serangan busuk akibat cendawan
  1. Penataan jarak antartanaman agar tidak terlalu rapat.
  2. Pisahkan bibit yang terserang.
  3. Jika serangan cukup parah, semprotkan pestisida tepat jenis dengan dosis yang sesuai dengan yang tertera pada kemasan.

F. Analisis Usaha Bisnis Pembibitan Durian

a. Asumsi

  1. Lahan yang digunakan merupakan lahan sewa seluas 1.000 m².
  2. Target produksi sebanyak 20.000 bibit dengan masa produksi 10 bulan.
  3. Bahan tanam berupa benih durian untuk batang bawah dan entres sebagai sumber sambung pucuk.
  4. Persentase berkecambah benih sebesar 80%.
  5. Persentase bibit siap tanam sebesar 80%.
  6. Kebutuhan benih durian untuk target produksi 20.000 bibit adalah 31.250 benih.
    Kebutuhan benih = Target produksi x 100/persentase benih berkecambah x 100/persentase bibit siap tanam
                              = 20.000 x 100/80 x 100/80
                              = 31.250 benih
  7. Persentase kerusakan polibag sebesar 3%.
  8. Jumlah polibag per kg sebanyak 1.000 buah.
    Kebutuhan polibag = (jumlah bibit + (jumlah bibit x persentase kerusakan)) : jumlah polibag/kg
                                 = (20.000 + (20.000 x 3%))/1.000
                                 = 21 kg
  9. Media berupa tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
  10. Pembelian tanah menggunakan mobil colt berkapasitas m³.

b. Rincian Biaya

—Biaya Investasi


Komponen
Harga Satuan(Rp)
Jumlah
Satuan
Total Biaya (Rp)
Sewa lahan 1.000 m2
750.000
1
Tahun
750000
Paranet
875.000
4
Gulung
3500000
Bambu
7.500
50
Batang
375000
Pembuatan sumur
2.000.000
1
Paket
2000000
Pemasangan instalansi listrik
250.000
1
Paket
250000
Pompa air
750.000
1
Buah
750000
Sprayer
350.000
2
Buah
700000
Saung (barak)
1.000.000
1
Paket
1000000
Pisau cutter dan silet
125.000
1
Paket
125000
Peralatan pertanian
350.000
2
Paket
700000
Sungkup plastik
300.000
2
Paket
600000
Total biaya investasi
10.750.000

—Biaya Tetap per Periode


Komponen
Masa
Pakai
(Bulan)
Harga
(Rp)
Penyusutan
Total Biaya (Rp)
Penyusutan sewa lahan
12
750.000
10/12 x Rp750.000
625.000
Penyusutan paranet
36
3.500.000
10/36 x Rp3.500.000
972.222
Penyusutan bambu
12
375.000
10/12 x Rp375.000
312.500
Penyusutan sumur
180
2.000.000
10/180 x Rp2.000.000
111.111
Penyusutan instalasi listrik
60
250.000
10/60 x Rp250.000
41.667
Penyusutan pompa air
96
750.000
10/96 x Rp750.000
78.125
Penyusutan sprayer
36
700.000
10/36 x Rp700.000
194.444
Penyusutan saung
60
1.000.000
10/60 x Rp1.000.000
166.667
Penyusutan alat okulasi
36
125.000
10/36 x Rp125.000
34.722
Penyusutan alat pertanian
24
700.000
10/24 x Rp700.000
291.667
Penyusutan sungkup
36
600.000
10/36 x Rp600.000
166.667
Total biaya tetap
2.994.792

—Biaya Variabel per Periode

Komponen
Harga Satuan(Rp)
Jumlah
Satuan
Total Biaya (Rp)
Polibag
25.000
11
Kg
275.000
Plastik untuk sambungan
35.000
10
kg
350.000
Pupuk kandang
10.000
50
Karung
500.000
Tanah
300.000
1
Bak colt
300.000
Arang sekam
10.000
20
Karung
200.000
Tunas pucuk
2.000
25.000
Batang
50.000.000
Benih durian
500
31.250
Buah
15.625.000
PupukNPK
3.000
70
Kg
210.000
Pestisida
100.000
1
Kg
100.000
Pembukaan lahan
100.000
1
Paket
100.000
Biaya listrik
50.000
10
Bulan
500.000
Tenaga borongan pengisian media
50
20.000
Polibag
1.000.000
Tenaga borongan sambung
1.000
25.000
Polibag
25.000.000
Biaya tenaga kerja tetap
600.000
10
Bulan
6.000.000
Total biaya variabel
100.760.000

—Total Biaya Operasional per Periode

Total biaya operasional = Total biaya tetap + Total biaya variabel
                                    = Rp2.994.792 + Rp100.760.000
                                    = Rp103.754.792

c. Pendapatan dan Keuntungan

—Pendapatan per Periode

Pendapatan = Jumlah bibit siap salur x Harga bibit
                   = 20.000 x Rp14.000
                   = Rp280.000.000

—Keuntungan per Periode

Keuntungan = Pendapatan—total biaya operasional
                   = Rp280.000.000—Rp103.754.792
                   = Rp176.245.208

d. Kelayakan Usaha

—R/C rasio

Rasio R/C = Pendapatan : Total biaya operasional
                 = Rp280.000.000 : Rp103.754.792
                 = 2,70
R/C lebih dari satu artinya usaha layak dijalankan. R/C 2,70 artinya setiap penambahan modal sebesar satu rupiah akan memberikan pendapatan sebesar Rp2,70.

—Pay back period

Pay back period (titik balik modal atau titik impas) adalah perbandingan antara total investasi dengan keuntungan yang diperoleh.
Payback period = (Total biaya investasi : keuntungan) x 10 bulan
                         = (Rp10.750.000 : Rp176.245.208) x 10 bulan
                         = 0,61 bulan

1 komentar so far

Klik Link Sambung Pucuk Durian :

https://youtu.be/YlYC7SAyciE


EmoticonEmoticon