Monday, April 25, 2016

Untung Ratusan Juta Rupiah dari Investasi Kayu Jati

A. Keuntungan Bisnis Investasi Kayu Jati

investasi kayu jati
Untung Ratusan Juta Rupiah dari Investasi Kayu Jati. Berkat kekuatan, keawetan dan keindahannya, kayu jati dipilih sebagai jenis kayu kelas satu di Indonesia. Tidak heran, jika harga jual kayu jati sangatlah mahal. Bahkan, dapat mencapai jutaan rupiah per batang. Selain untuk keperluan domestik, adanya peningkatan ekspor furnitur berbahan kayu jati juga menyebabkan permintaan kayu jati menjadi semakin meroket. Biasanya, permintaan tersebut dipenuhi oleh pasokan kayu jati yang berasal dari perhutani dan kayu rakyat. Namun, hingga saat ini, produksi kayu jati di kedua sumber tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan pasar kayu secara keseluruhan. Karena itu, bertanam kayu jati sangat potensial dipilih sebagai primadona investasi usaha di bidang agroforestry. Tidak heran jika anda bisa meraih untung ratusan juta rupiah dari investasi kayu jati.
Keunggulan Bertanam Jati
  • Jati dapat ditanam di tanah kritis.
  • Jati relatif tahan terhadap kekeringan.
  • Jati relatif tahan terhadap tiupan angin.
  • Tegakan jati lebih hemat lahan.
  • Tegakan jati lebih mudah dalam perawatan dan pemeliharaan.
  • Jati dapat ditanam dengan pola tumpang sari (agroforestry).
  • Jati lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  • Permintaan kayu jati dan harga kayu jati semakin meningkat.

B. Persiapan Lahan Menanam Kayu Jati

  1. Pilih lahan yang sesuai dengan syarat tumbuh jati, di antaranya ketinggian maksimum 700 m dpl, suhu udara 13—43° C, pH tanah 6, kelembapan lingkungan 60—80%, dan curah hujan 1.000—1.500 mm/tahun. Agar kayu jati yang dihasilkan termasuk kualitas kayu mewah (fancy wood), usahakan jati ditanam di daerah yang memiliki kemarau yang panjang.
  2. Lakukan pembersihan lahan (land clearing) untuk menghilangkan gulma yang tumbuh.
  3. Tentukan titik tanam dengan memasang pancang yang terbuat dari ajir. Pada penanaman jati secara monokultur, jarak tanam idealnya 3 x 3 meter. Sementara untuk pola agroforestry (pola tumpang sari), jarak tanam biasanya menyesuaikan dengan jenis tanaman tumpang sari lainnya.
  4. Buat lubang tanam di tempat yang telah ditentukan. Caranya, gali tanah dengan ukuran panjang 30 cm, lebar 30 cm, dan kedalaman 30 cm. Setelah digali, lubang tanam dibiarkan terlebih dahulu selama 2—3 hari.

C. Penanaman Bibit Jati

  1. Siapkan bibit jati yang telah memiliki kriteria sebagai berikut.
    - Batang tunggal, kokoh, dan sudah berkayu.
    - Bibit tumbuh tegak, antara diameter dan tinggi tampak seimbang.
    - Tinggi bibit minimum 30 cm.
    - Pucuk sehat, daun segar, serta tidak terserang hama dan penyakit.
    - Akar tanaman sehat dan kuat mengikat media di dalam polibag
  2. Hitung jumlah bibit yang dibutuhkan dengan cara membagi luas lahan dengan jarak tanam yang digunakan. Jika luas lahan yang digunakan 1 ha atau 10.000 m² dan jarak tanam 3 x 3 meter, maka jumlah bibit yang dibutuhkan sebanyak 1.111 bibit. Selain bibit yang ditanam, siapkan juga bibit sulaman maksimum 5% dari jumlah bibit yang ditanam.
  3. Lepaskan polibag dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran dan media tanam bibit. Jika polibag sukar dilepaskan, remas sedikit bagian samping polibag. Usahakan tanah di dalam polibag tidak pecah saat penanaman.
  4. Tempatkan bibit tepat di bagian tengah lubang tanam.
  5. Masukkan kompos atau pupuk kandang sebanyak 5—15 kg per lubang tanam.
  6. Masukkan kembali tanah galian ke dalam lubang tanam. Padatkan sedikit agar bibit tidak mudah roboh.

D. Pemeliharaan Bibit Jati

  1. Jika terdapat bibit yang mati atau rusak setelah penanaman, segera lakukan penyulaman. Bibit sulaman sebaiknya memiliki kualitas yang baik dan umur yang hampir sama dengan yang diganti sehingga pertumbuhan jati tetap seragam.
  2. Lakukan penyiangan terhadap ilalang, gulma, dan tanaman pengganggu lainnya secara intensif pada awal tahun penanaman agar pertumbuhan jati tidak terhambat. Selain itu, penyiangan perlu dilakukan pada awal dan akhir musim hujan.
  3. Lakukan pemupukan menggunakan kompos atau pupuk kandang. Jumlah pupuk yang diberikan biasanya 5—15 kg per lubang tanam pada awal membuat lubang tanam. Selain pupuk alami, gunakan juga pupuk NPK untuk mempercepat pertumbuhan. Lakukan pemupukan hingga tahun ke-3. Dosisnya 50 gram pada tahun ke-1, 100 gram pada tahun ke-2, 150 gram pada tahun ke-3.
  4. Lakukan pemangkasan (pruning) pada cabang untuk meningkatkan tinggi bebas cabang dan mengurangi mata kayu dari batang utama. Caranya, potong cabang batang utama pohon jati. Buatlah potongan tersebut sehalus mungkin, agak miring, dan tidak mendatar. Usahakan pemangkasan menggunakan gergaji atau gunting wiwil. Agar tidak menjadi tempat masuknya hama dan penyakit, bekas pangkasan ditutup dengan cat atau ter.
  5. Untuk pola tanam monokultur, lakukan penjarangan setiap 3—5 tahun sampai pohon berumur 15 tahun. Pohon yang dijarangkan (ditebang) adalah pohon yang terserang penyakit, bentuk batangnya cacat atau tumbuh abnormal, dan pertumbuhannya lambat atautertekan. Selain itu, penjarangan juga dapat dilakukan untuk pohon berukuran besar (siap jual). Penjarangan ini bersifat penjarangan komersial.
  6. Pastikan pengendalian hama dan penyakit dilakukan sesuai dengan jenis yang menyerang. Jenis hama yang menyerang jati di antaranya ulat jati, uret, penggerek batang, inger-inger, dan penggerek bubuk kayu basah. Pengendaliannya dengan menggunakan insektisida sesuai takaran yang dianjurkan. Sementara itu, beberapa penyakit yang biasa menyerang jati di antaranya penyakit layu, penyakit mati pucuk, penyakit jamur upas, dan penyakit kanker batang. Pengendalian penyakit ini biasanya menggunakan fungisida atau bakterisida.
  7. Sebelum hama dan penyakit menyerang, sebaiknya kita melakukan pencegahan. Berikut beberapa tindakan pencegahan hama dan penyakit yang dapat dilakukan.
    - Atur jarak tanam agar jati tetap terkena cahaya matahari dan sirkulasi udaranya baik.
    - Lakukan pemangkasan secara teratur.
    - Lakukan pemupukan untuk memacu pertumbuhan tanaman.
    - Lakukan penyiangan secara rutin agar inang atau carrier hama dan penyakit dapat terbasmi sebelum menulari jati.

E. Pemanenan Kayu Jati

  1. Panen jati saat yang berumur 15—20 tahun atau saat batang utama jati berdiameter sekitar 30 cm.
  2. Lakukan pemanenan dengan cara ditebang. Berikut teknis penebangan pohon jati.
    - Kurangi cabang dan ranting.
    - Potong dengan gergaji sebagian sisi batang sejajar dengan arah rebah pohon (takik rebah). Jarak antara alas dan atap takik rebah maksimum 5 cm.
    - Potong sisi lainnya dengan gergaji setinggi bagian paling atas takik rebah sebagai takik balas. Setelah itu, pohon akan jatuh ke arah takik rebah.

F. Kendala dan Solusi Bisnis Investasi Kayu Jati

Kendala
Solusi
Kayu jati retak atau patah setelah panen Satu tahun sebelum dipanen, lakukan teres terlebih dahulu. Teres dilakukan dengan cara membacok sekeliling batang utama lalu membiarkannya. Proses peneresan bertujuan untuk mematikan pohon, mengurangi kadar air. Jika tidak diteres, batang utama berisiko rusak akibat kadar air batang terlalu tinggi.

G. Analisis Biaya Bisnis Investasi Kayu Jati

a. Asumsi

  1. Lahan yang digunakan berupa lahan sewa seluas 1 hektare.
  2. Masa produksi jati selama 15 tahun.
  3. Masa pakai hand sprayer, pompa air, dan wheel barrow diasumsikan selama 5 tahun, sehingga dilakukan reinvestasi pada tahun ke-6 dan tahun ke-11.
  4. Masa pakai peralatan pertanian seperti cangkul, gembor, garpu, dan ember diasumsikan selama 3 tahun, sehingga dilakukan reinvestasi pada tahun ke-4, ke-7, dan ke-13.
  5. Jarak tanam yang digunakan berukuran 3 x 3 m, sehingga jumlah bibit yang ditanam sebanyak 1.111 bibit. Pengadaan bibit ditambah 5% dari jumlah bibit yang dibutuhkan sebagai persediaan bibit sulam.
  6. Biaya pekerjaan 1 HOK sebesar Rp40.000 (1HOK = 7 jam kerja/hari).

b. Rincian Biaya

Biaya investasi bertanam jati per 15 tahun

Komponen
Harga satuan (Rp)
Jumlah
Satuan
Total Biaya (Rp)
Sewa lahan 1 hektare
2.000.000
15
Tahun
30.000.000
Hand sprayer
350.000
2
Buah
700.000
Cangkul
50.000
10
Buah
500.000
Gembor
30.000
8
Buah
240.000
Garpu
50.000
8
Buah
400.000
Pompa air dan selang
1.000.000
1
Buah
1.000.000
Wheel barrow
200.000
3
Buah
600.000
Ember
25.000
10
buah
250.000
Total Investasi tahun ke-1
33.690.000

Biaya reinvestasi

Komponen
Investasi


Reinvestasi
tahun
ke-1
Tahun
ke-4
Tahun
ke-6
Tahun
ke-7
Tahun
ke-11
Tahun
ke-13
Sewa lahan
30.000.000
-
-
-
-
-
Hand sprayer
700.000
-
700.000
-
700.000
-
Cangkul
500.000
500.000
-
500000
-
500000
Gembor
240.000
240.000
-
240000
-
240000
Garpu
400.000
400.000
-
400000
-
400000
Pompa air dan selang
1.000.000
-
1.000.000
-
1.000.000
-
Wheel barrow
600.000
-
600.000
-
600.000
-
Ember
250.000
250.000
-
250000
-
250000
Total biaya
33.690.000
1.390.000
2.300.000
1.390.000
2.300.000
1.390.000
Total biaya investasi
42.460.000

Biaya variabel bertanam jati per 15 tahun

Komponen
Harga satuan (Rp)
Jumlah
Satuan
Total biaya (Rp)
Biaya Input
Bibit jati
3.000
1.167
Buah
3.501.000
Pupuk kandang
500
11.110
Kg
5.555.000
PupukNPK
3.000
335
Kg
1.005.000
Pestisida
50.000
20
Kg
1.000.000
Biaya Tenaga Kerja
Pembukaan lahan
2.000.000
1
Borongan
2.000.000
Pembuatan lubang tanam
40.000
70
HOK
2.800.000
Penanaman
40.000
15
HOK
600.000
Pemupukan dasar
40.000
8
HOK
320.000
Pemupukan tahun ke-1
40.000
10
HOK
400.000
Pemupukan tahun ke-2
40.000
10
HOK
400.000
Pemupukan tahun ke-3
40.000
10
HOK
400.000
Pemeliharaan 2 kali setahun
40.000
800
HOK
32.000.000
Penjarangan I
40.000
20
HOK
800.000
Penjarangan II
40.000
40
HOK
1.600.000
Pemanenan
40.000
60
HOK
2.400.000
Total Biaya Variabel
54.781.000
Total biaya operasional = Total investasi + Total biaya variabel
                                         = Rp42.460.000 + Rp54.781.000
                                        = Rp97.241.000

c. Pendapatan dan Keuntungan per Hektare

1. Pendapatan

Penerimaan
Jumlah kayu yang dihasilkan (m3)
Harga (Rp)
Jumlah (Rp)
Hasil penjarangan I
50
150.000
7.500.000
Hasil penjarangan II
75
350.000
26.250.000
Hasil panen
370
1.500.000
555.000.000
Total
588.750.000

2. Keuntungan

Keuntungan = Pendapatan—total biaya tahun
                   = Rp588.750.000— Rp97.241.000
                   = Rp491.509.000

Selain bisnis investasi kayu jati, Anda juga dapat membuka lahan bisnis pembibitan pohon jati sehingga perputaran usaha dapat berjalan lebih cepat dengan modal yang relatif kecil, tergantung skala usaha.


EmoticonEmoticon

----------------------------------------------------------