Sunday, April 10, 2016

Menanam Jambu Air dalam Pot - Tabulampot Jambu

cara menanam jambu air dalam pot
Menanam Jambu Air dalam Pot atau Tabulampot Jambu. Bagi hobiis pemula, memilih tanaman jambu air untuk dijadikan tabulampot mungkin pilihan yang tepat. Pasalnya, jambu air termasuk tanaman yang mampu berbuah meski perawatan dilakukan sewajarnya.

A. Karakteristik Jambu Air

Batang tanaman merupakan perdu dengan batang bengkok dan bercabang. Bunga tumbuh malai di ujung ranting atau di ketiak daun yang telah gugur. Buahnya termasuk tipe buah buni, berbentuk gasing, pangkal kecil, dan ujung melebar. Kulit luar berwarna putih sampai merah. Daging buah berwarna putih, mengandung banyak air, tetapi tidak beraroma. Rasanya manis, tetapi terkadang agak sepat. Di dalamnya, terdapat biji berukuran kecil hingga sedang.

B. Syarat Tumbuh Jambu Air

  1. Tanaman jambu menyukai tempat tumbuh di ketinggian 5—500 m dpl. Lebih dari ketinggian tersebut, produksi buahnya tidak optimal.
  2. Intensitas pencahayaan berkisar 40—80%.
  3. Suhu yang dibutuhkan berkisar 18—28° C dengan kelembapan 50—80%.

C. Jenis-jenis Jambu Air

jenis jambu air
Beberapa jenis jambu air yang dapat ditemui di lapangan adalah jambu air cengkih, citra, king citra, king rose, cincalo, lilin, kancing, irung petruk, madura hijau atau putih, black diamond, toon klow, dan jambu air kampret.

D. Bibit Jambu Air

Berikut ciri tanaman jambu air hasil perbanyakan vegetatif yang ada di pasaran.
  1. Bibit hasil cangkok. Cirinya, tanaman pendek dan percabangan banyak
  2. Bibit hasil sambung. Cirinya, terdapat bekas luka sambungan berbentuk V.
  3. Bibit hasil okulasi. Cirinya, terdapat bekas luka tempelan dan pangkasan pada batang utama.

E. Memindahkan Bibit Jambu Air ke dalam Pot

tabulampot jambu air
  1. Sediakan pot berdiameter 45 cm atau sesuai dengan ukuran tanaman. Bagian dasar pot harus berlubang. Lebih baik lagi jika terdapat kaki pot di bagian dasar untuk mengontrol air buangan dan menjaga kelancara drainase.
  2. Letakkan pecahan genting atau batu bata merah setebal 5 cm ke bagian dasar pot sebagai penahan media tanaman ketika penyiraman dilakukan. Masuk-kan campuran media tanam berupa tanah, pasir, dan pupuk kandang (1 : 1 : 1) atau kompos, cocopeat, dan tanah merah (4 : 1 : 1) hingga mencapai setengah tinggi pot.
  3. Keluarkan bibit dari polibag, lalu letakkan tepat di tengah-tengah pot. Timbun lagi dengan media hingga ketinggian 2 cm dari bibir pot.
  4. Siram media dengan air, lalu letakkan di tempat yang teduh sampai tanaman bertunas baru dan tumbuh kokoh. Setelah itu, secara bertahap, letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari penuh.

F. Perawatan Harian Pohon Jambu Air

a. Penyiraman

Penyiraman dilakukan jika media tanam mulai kering, yakni satu kali sehari atau dua hari sekali, tergantung pada kondisi cuaca. Penyiraman dilakukan hingga air terlihat keluar dari lubang di dasar pot.

b. Pemupukan

Berikan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis dua sendok makan sebulan sekali. Berikan juga pupuk urea, TSP, dan KCl sebanyak 3 sendok teh (15 gram) dan minyak ikan sebanyak 5 kapsul setiap 4 bulan sekali. Tambahkan juga kotoran kambing dengan dosis 5—10 kg setiap 6 bulan sekali.

c. Pemangkasan Pohon Jambu Air

Tanaman yang terlalu rimbun tidak baik untuk pertumbuhan. Pasalnya, banyak bagian yang tidak mendapat jatah sinar matahari. Untuk itu, cabang-cabang yang dianggap tidak perlu harus dirompes atau dipangkas. Dari setiap pemangkasan akan memunculkan tunas baru. Namun, pilihlah tiga tunas dari setiap cabang yang tumbuh. Selain percabangan, tunas liar atau tunas air juga perlu dipangkas agar pertumbuhan tanaman menjadi optimal.

d. Pembungkusan Buah Jambu

Busuk buah biasanya disebabkan oleh serangan lalat buah. Karena itu, pembungkusan buah mutlak dilakukan ketika bunga berumur 15 hari. Pembungkusan bisa menggunakan plastik atau kertas koran. Jika sudah terlanjur terserang, basmi hama tersebut dengan fungisida dan insektisida dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.

G. Agar Calon Buah Jambu Tidak Mudah Rontok

Jika tanaman jambu air Anda sudah mulai berbuah, tetapi pentil buah justru rontok, jangan panik! Mungkin tanaman Anda kurang kalium (K). Coba berikan pupuk yang mengandung kalium tinggi, seperti KCl atau KNO3 atau jika disebutkan merk misalnya Gandasil K. Aplikasinya bisa dengan cara ditaburkan ke media tanam atau dicampurkan dengan air terlebih dahulu, baru selanjutnya disiramkan ke media tanam. Dosisnya diberikan sesuai petunjuk pada kemasan.

1 comments so far


PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

menyediakan asam humat untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro


EmoticonEmoticon

----------------------------------------------------------