Monday, April 11, 2016

Bisnis Bertanam Kangkung di Lahan Sedang

A. Peluang Agrobisnis Kangkung Berkualitas

bisnis bertanam kangkung
Sama seperti bayam, peluang pengembangan kangkung berkualitas pun cukup tinggi. Pasalnya, kedua jenis sayuran daun ini mudah dijual dan pasti tersedia di seluruh pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern. Selain memiliki cakupan pasar yang luas, kangkung juga memiliki keunggulan lain seperti mudah ditanam, memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan, dan dapat tumbuh di berbagai lokasi tanam. Kangkung memiliki siklus hidup yang pendek sehingga perputaran modal relatif cepat.

B. Persiapan Perlengkapan Usaha Bertanam Kangkung

  1. Pilih benih kangkung  bersertifikat dan memiliki daya adaptasi tinggi.
  2. Siapkan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan dosis 3 ton/ha.
  3. Siapkan pupuk urea, SP-36, dan KCl dengan dosis masing-masing 250 kg/ha, 100 kg/ha, dan 150 kg/ha.
  4. Siapkan alat pertanian, seperti cangkul, garu, kored, ember, dan gembor.
  5. Siapkan alat panen berupa keranjang panen, timbangan, pisau, dan tali rafia untuk memudahkan panen.

C. Persiapan Lahan Penanaman Kangkung

  1. Siapkan lahan seluas 500 m². Beberapa syarat tumbuh agar kangkung dapat tumbuh dengan baik di antaranya tipe tanah lempung—lempung berpasir, gembur, subur, dan mengandung bahan organik yang cukup dengan pH optimum 5,5—6,5.
  2. Memiliki saluran irigasi dan drainase yang baik, lokasi terbuka, sinar matahari cukup, dan berada di ketinggian 50—500 meter dpl.
  3. Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya.
  4. Jika pH tanah kurang dari 4,5, tambahkan kapur pertanian minimum 1 ton/hektare atau 20 kg/500 m². Aplikasi kapur pertanian dilakukan dengan cara ditabur.
  5. Bajak dan cangkul lahan untuk membalikkan tanah agar menjadi lebih gembur dan dapat mematikan pertumbuhan gulma.
  6. Buat plot dengan ukuran 5 x 5 meter sebanyak 20 buah. Satu plot terdiri dari empat bedengan dengan ukuran panjang 4,5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 20—25 cm dengan jarak antarbedengan 20 cm.
  7. Lakukan pemupukan minimum tiga hari sebelum penanaman. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 150 kg/500 m² atau 3 ton/ha.

D. Penanaman dan Pemeliharaan Kangkung

penanaman kangkung
  1. Proses penanaman dilakukan sebanyak 5 plot per minggu, sehingga dalam satu bulan jumlah kangkung yang ditanami sebanyak 20 plot.
  2. Menjelang tanam, siram lahan hingga lembap sehingga benih dapat tumbuh dengan baik.
  3. Bagi bedeng menjadi tujuh baris tanam dengan jarak antarbaris 15 cm. Setelah itu, tanam benih di lubang sedalam 1,5—2 cm dengan jarak tanam dalam baris 5 cm.
  4. Setelah selesai menanam benih, buat alur di antara baris tanaman. Setelah itu, taburkan pupuk urea sebanyak 20%, SP-36 sebanyak 100%, dan KCl sebanyak 50% dari dosis yang dianjurkan. Sisa pupuk lainnya diberikan pada umur 15 hari setelah tanam (HST). Berikut tabel dosis anjuran pemupukan pada tanaman kangkung.

    Jenis
    Pupuk
    Dosis per
    hektare
    Dosis per
    500 m²
    Dosis per
    plot (25 m²)
    Pemupukan
    awal (per plot)
    Pemupukan
    susulan (per
    plot)
    Urea 250 kg 12,5 kg 625 gram 125 gram 500 gram
    SP-36 100 kg 5 kg 250 gram 250 gram
    KCl 150 kg 7,5 kg 375 gram 175 gram 200 gram
  5. Tutup lubang benih dan alur pupuk menggunakan tanah.
  6. Lakukan penyiraman secara teratur. Sebelum benih tumbuh, penyiraman sebaiknya dilakukan dengan sistem pengairan melalui selokan. Tujuannya, untuk menghindari benih terbawa air siraman.
  7. Pada umur 10—15 setelah tanam, bersihkan gulma yang tumbuh di bedengan.
  8. Lakukan penjarangan apabila tanaman tumbuh terlalu rapat.
  9. Lakukan pemupukan menggunakan NPK yang diberikan dalam bentuk kocoran. Caranya, larutkan 200 gram pupuk/plot dalam 10 liter air, lalu siram di pangkal tanaman. Usahakan larutan pupuk tidak mengenai daun karena berisiko menyebabkan daun menjadi layu. Aplikasi ini dilakukan pada saat tanaman berumur 14 HST dan 21 HST.
  10. Lakukan pengamatan terhadap serangan hama, jika diperlukan pasang perangkap serangga untuk mencegah berkembangnya hama.
  11. Ulangi semua tahapan untuk penanaman berikutnya masing-masing 5 plot pada minggu kedua, ketiga, dan keempat.

E. Panen dan Pascapanen Bisnis Kangkung

biaya usaha bertanam kangkung
  1. Panen kangkung saat berumur 20—30 hari setelah tanam. Pemanenan dilakukan secara bertahap setiap minggu sebanyak lima plot sesuai dengan umur kangkung siap panen.
  2. Lakukan pengairan lahan menjelang panen agar memudahkan saat mencabut kangkung.
  3. Cuci kangkung dengan air untuk membersihkan sisa-sisa tanah di permukaan daun dan akar.
  4. Tiriskan kangkung dengan cara dikeringanginkan agar tidak mudah busuk.
  5. Ikat kangkung yang sudah bersih dengan bobot per ikatan 200—250 gram. Agar lebih menarik, ikat menggunakan label atau kemasan plastik.

F. Kendala dan Solusi Usaha Bertanam Kangkung


Kendala Solusi
Serangan hama seperti
ulat, belalang, dan
penggerek daun.
- Hindari menanam di lokasi yang diketahui banyak hama ini.
- Lakukan sanitasi lahan dengan baik.
- Buang dan matikan segera hama yang ditemukan.
- Gunakan pestisida organik.

G. Analisis Usaha Bisnis Kangkung

a. Asumsi

  1. Lahan yang digunakan seluas 500 m² dengan sistem sewa Rp50.000/bulan.
  2. Jumlah kangkung terjual selama satu periode sebanyak 1.000 kg dengan harga jual Rp2.000/kg.
  3. Periode perhitungan analisis usaha dilakukan selama dua bulan dengan teknis per minggu sebagai berikut.

Kelompok Minggu ke-
1 2 3 4 5 6 7 8
1 (plot 1—5)
2 (plot 6—10)
3 (plot 11—15)
4 (plot 16—20)
Keterangan:
         Panen          Pengolahan Tanah       Penanaman dan Pemeliharaan

b. Perhitungan Biaya

— Biaya Investasi

Komponen Satuan Harga (Rp) Jumlah (Rp)
Alat pertanian 1 set 200.000 200.000
Ember plastik 2 buah 20.000 40.000
Timbangan 2 buah 80.000 160.000
Boks panen 2 buah 100.000 200.000
Gembor 2 buah 75.000 150.000
Sprayer 1 buah 350.000 350.000
Total Biaya Investasi 1.100.000

— Biaya Tetap

Uraian Masa
Pakai
Harga
(Rp)
Penyusutan
(Rp)
Total Biaya
(Rp)
Sewa lahan 500 m2 2 bulan 50.000 100.000
Penyusutan alat pertanian 72 bulan 200.000 2/72 x 200.000 5.556
Penyusutan ember plastik 48 bulan 20.000 2/48 x 40.000 833
Penyusutan timbangan 72 bulan 100.000 2/72 x 100.000 2.778
Penyusutan boks panen 72 bulan 75.000 2/72 x 70.000 2.083
Penyusutan gembor 48 bulan 150.000 2/48 x 150.000 6.250
Penyusutan sprayer 120 bulan 350.000 2/120 x 350.000 5.833
Total Biaya Tetap 123.333

— Biaya Variabel

Uraian Satuan Harga (Rp) Total Biaya (Rp)
Benih 15 bungkus 12.000 180.000
Pupuk kandang 150 kg 300 45.000
Pupuk urea 12,5 kg 1.400 17.500
Pupuk SP-18 5 kg 1.900 9.500
Pupuk KCl 7,5 kg 1.800 13.500
Pupuk NPK mutiara 8 kg 8.000 64.000
Kapur pertanian 50 kg 300 15.000
Tenaga kerja pengolahan lahan 2 HKP 20.000 40.000
Tenaga kerja penanaman 5 HKW 15.000 75.000
Tenaga kerja pemeliharaan 20 HKP 20.000 400.000
Tenaga kerja panen dan pascapanen 5 HKW 15.000 75.000
Total Biaya Tidak Tetap 934.500


Keterangan :  HKW = Hari Kerja Wanita (6 jam sehari)
                       HKP = Hari Kerja Pria (8 jam sehari)

— Total Biaya Operasional per Periode
Total biaya operasional = Total biaya tetap + total biaya variabel
                                      = Rp123.333 + Rp934.500
                                      = Rp1.057.833

c. Pendapatan dan Keuntungan

— Pendapatan per Periode
Pendapatan  = Jumlah kangkung terjual x harga kangkung
                    = 1.000 kg x Rp2.000/kg
                    = Rp2.000.000
— Keuntungan per Periode
Keuntungan  = Pendapatan – Total biaya operasional
                     = Rp2.000.000 – Rp1.057.833
                     = Rp942.167

d. Kelayakan Usaha

— R/C Rasio
Rasio R/C = Pendapatan : Total biaya operasioanal
                 = Rp2.000.000 : Rp1.057.833
                 = 1,89
R/C lebih dari satu artinya usaha budi daya kangkung layak dijalankan. R/C 1,89 artinya setiap penambahan modal sebesar Rp1 akan memberikan pendapatan sebesar Rp1,89.
— Pay Back Period
Pay back period  = (Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan
                           = (Rp1.100.000 : Rp942.167) x 1 bulan
                           = 1,17 bulan
Artinya, titik balik modal usaha budi daya kangkung dapat dicapai setelah 1,17 bulan atau 35 hari.

1 comments so far


EmoticonEmoticon

----------------------------------------------------------