Sunday, April 10, 2016

Cara Menanam Tin dalam Pot - Tabulampot Tin

cara menanam tin dalam pot
Cara Menanam Tin dalam Pot atau Tabulampot Tin. Buah tin (Ficus carica) sudah dikenal sejak 5.000 tahun silam. Dahulu, buah tin dikenal sebagai buahnya para bangsawan Eropa dan Timur Tengah. Sayangnya, di Indonesia, pohon tin masih belum populer. Kebanyakan masyarakat hanya menggunakannya sebagai tanaman peneduh.

A. Sipat-sipat Tanaman Tin

Buah tin memiliki aroma dan rasa yang mirip seperti gabungan pepaya dengan jambu biji. Teksturnya empuk, berbiji banyak, dan mengandung air. Jika dikunyah, di lidah terasa manis dan kesat. Selain dimakan langsung, buah tin juga nikmat dijadikan manisan kering, campuran puding, atau olahan lainnya.

 

 B. Jenis-jenis Buah Tin

Jenis Buah Tin Bentuk dan Warna Buah, serta Warna Kulit Buah Rasa Buah Keterangan Lain
Black Ischia Sepintas, bentuk buah seperti jambu air berwarna ungu tua dengan dasar kehijauan. Daging buah berwarna merah keunguan. Mirip seperti sawo Jenis ini paling sering dijadikan tabulampot.
Panache Tiger Buah berwarna hijau bergaris kuning. Sementara itu, daging buah berwarna merah terang. Uniknya, ketika muda, jenis ini tidak memiliki bintik. Padahal, bintik pada buah menandakan kekhasan buah tin.
Flanders Warna buah garis-garis ungu dengan noda putih Buah tin jenis ini terbilang paling produktif dibandingkan dengan jenis lainnya.
Conadria Warna buah hijau kekuningan. Daging buah merah muda. Rasanya tidak terlalu manis. Bisa untuk dikonsumsi segar atau dikeringkan. Sangat produktif serta tahan panas dan kekeringan.
Long yellow Warna buah kuning dan tangkai buah panjang. Rasanya cukup manis. Proses pematangan buah lebih lambat dibandingkan dengan jenis lain.
Negronne Kulitnya ungu kehitaman. Dagingnya berwarna merah tua. Rasanya paling enak dibandingkan dengan jenis lain. Cocok ditanam secara tabulampot.

C. Ciri Bibit Unggul Tanaman Tin

tabulampot tin
Bibit buah tin kini bisa diperoleh di toko-toko penjual bibit tanaman. Umumnya, bibit tanaman buah tin muda dijual dengan harga Rp75.000—Rp100.000. Namun, untuk jenis eksklusif bisa mencapai harga 2 juta rupiah. Dalam membeli, pilihlah tanaman yang sehat, tidak ada bekas serangan penyakit, percabangannya kuat, serta daunnya lebat dan berwarna hijau. Lebih baik lagi jika membeli buah tin yang sudah berbuah. Namun, pasti harganya lebih mahal dibandingkan tanaman tin muda.

D. Pemindahan Bibit Tin ke Dalam Pot

  1. Siapkan pot plastik berdiameter 40 cm, isi bagian dasarnya dengan pecahan bata atau genting hingga merata.
  2. Masukkan media tanam ke dalam pot hingga ketinggian setengahnya. Campuran media tanam yang digunakan berupa tanah subur, pupuk kandang, sekam mentah, dan sekam bakar dengan perbandingan 1 : 2 : 1 : 1.
  3. Masukkan bibit ke dalam media tanam tepat di tengahnya.
  4. Tambahkan kembali media tanam ke dalam pot hingga ketinggian 2 cm dari bibir pot, tekan-tekan agar media memadat, lalu siram dengan air secukupnya.
  5. Letakkan tanaman di tempat teduh selama seminggu. Setelah itu, tanaman bisa dipindahkan di tempat terbuka secara bertahap.

E. Perawatan Harian Tabulampot Tin

a. Pemupukan

Untuk memacu pertumbuhan tanaman, pemupukan bisa menggunakan NPK 15-15-15 dengan dosis sebanyak 1 sendok teh yang diberikan setiap dua minggu sekali. Jika perlu, tambahkan juga pupuk hayati dengan beragam merek dagang yang dijual di pasaran. Terbukti pupuk hayati ini dapat memacu pertumbuhan buah.

b. Penyiraman

Jika ditanam di daerah bersuhu lembap (25—30° C), penyiraman cukup dilakukan seminggu sekali. Namun, jika ditanam di daerah bersuhu panas (30—38° C), penyiraman bisa dilakukan dua kali sehari.

c. Penggantian Media

Penggantian media bisa dilakukan dua tahun sekali untuk menunjang pertumbuhan buah dan tanaman. Komposisi campuran media yang digunakan sama dengan media tanam sebelumnya. Jika pohon semakin membesar, otomatis dilakukan juga penggantian pot (repotting) dengan pot yang lebih besar.



EmoticonEmoticon

----------------------------------------------------------